Westlife: A Flashback To My Childhood

Coba angkat tangan kalian kalau kalian pernah dengar lagu I Have a Dream, Seasons In The Sun, Flying Without Wings atau My Love. Adakah di antara kalian yang nggak familiar dengan judul lagu tersebut? Kayaknya hampir semua anak generasi 90-an pernah mendengar judul-judul lagu yang dibawakan lima pemuda tampan asal Irlandia, Westlife. Benar, Westlife begitu fenomenal di zamannya. 

Zaman saya masih SD alias sekitar 16-17 tahun lalu, saya salah seorang fans Westlife. Saya mulai menyukai boyband tersebut sewaktu duduk di bangku kelas 4 atau 5 SD. Saya lupa tepatnya bagaimana, tapi saya mulai merasakan chemistry dengan Westlife saat tak sengaja menonton video klip mereka yang berjudul Seasons In The Sun di salah satu stasiun televisi. Waktu itu saya cuma memerhatikan kelima personil Westlife bernyanyi. Tampak latar belakang video klip mereka yang begitu simple dan suram, namun lagunya bisa langsung terngiang di telinga saya. Saat muncul nama penyanyi dan judul lagu di pojok kiri bawah, saya pun langsung menghafalnya. Westlife. Seasons In The Sun.

Seasons In The Sun. Source: Google

Lain waktu saat itu saya yang hendak berulang tahun ke-9 (atau 10? saya agak lupa) meminta hadiah kaset boyband yang lagunya terngiang di telinga saya itu. Ya, saya minta hadiah kaset Westlife pada salah seorang tante saya dan dia membelikannya. Yeay! Saya pun senantiasa mendengarkan kaset Westlife pertama saya itu. Album pertama Westlife yang saya miliki. Westlife Deluxe. Tiada hari tanpa mendengarkan lagu mereka. Tiada hari tanpa menunggu kehadiran mereka di layar kaca melalui MTv (dulu kalau nggak salah MTv ada di Antv). Pokoknya Westlife setiap hari. Saya mulai mengoleksi poster, kertas binder dengan wajah para personil, majalah dan juga mengoleksi imajinasi saya mengenai kelima pemuda Irish tersebut. 

Album pertama Westlife. Source: Google

Album kedua keluar. Coast to Coast judulnya. Lagi-lagi membuat saya kecanduan. Kaset-kaset Westlife menemani hari-hari saya. Hingga kaset Westlife Deluxe saya suaranya sember, sampai kusut sekalipun saya tetap berusaha memperbaiki si pita kaset. Semua demi Westlife. Lagi-lagi koleksi poster, buku dan semua tentang Westlife saya pelihara *eh koleksi maksudnya. Dan imajinasi akan bertemu sang boyband idola pun makin menggila. Apalagi di lagu My Love yang katanya “So I say a little prayer and hope my dreams will take me there. Where the skies are blue to see you once again, my love…” beuh, makin bikin saya menggila dalam imajinasi kalau saya akan ke Ireland dan bertemu pujaan hati saya, Mark. Oh ya, saya sudah bilang belum? Personil Westlife favorit saya sepanjang masa hingga hari ini adalah Westlife. Kenapa harus Mark? Entah. Saya juga nggak tahu jawabannya. Saat melihat mereka bernyanyi dalam video klip Seasons In The Sun saya langsung menunjuk Mark saat itu. Saya hanya bilang dalam hati saya, “keren juga dia.” OMG, anak SD cuy sudah bisa ngefans sama cowok ganteng. Hahaha! Jadilah sejak itu saya menyandang nama Feehily di belakang nama saya. Maklum, anak zaman dulu ‘kan gitu. Kalau ngefans pasti nama belakangnya ditambahin nama belakang idolanya juga. Sekarang gitu juga nggak?

Westlife tanpa Brian. Brian McFadden decided to leave Westlife at 2014. Image source: Google

Westlife pun sempat datang ke Indonesia waktu itu. Tiga kali kalau saya nggak salah hitung. Atau empat, ya? Tapi nggak satu pun saya berkesempatan untuk ikut konser mereka. πŸ˜‚ Konser pertama dan kedua saya masih anak sekolahan banget. Nggak punya duit buat nonton konser mereka dan waktu konser pertama sempat tanya tiket tapi rupanya sudah sold out. Waktu terakhir Westlife kemari (Gravity Tour tahun 2011 if I’m not mistaken) saya sudah kuliah dan lagi persiapan skripsi. Tapi lagi-lagi dengan alasan masih anak kuliahan, belum bisa menghasilkan penghasilan sendiri dan posisi saya di Jogja waktu itu saya pun nggak bisa ke Jakarta nonton konser terakhir mereka itu. Sedih? Sedih banget. Apalagi mereka sudah mengumumkan untuk bubar jalan setelah menemani saya tumbuh dewasa selama 14 tahun. Saya tanpa Westlife mungkin nggak bakal bisa bahasa Inggris sampai saat ini. It doesn’t mean I speak English well, but I started learn English because Westlife. Hahaha. 
Kok tiba-tiba saya nulis soal Westlife? Nggak tahu. Kangen saja. Meskipun mereka sudah bubar jalan, saya masih suka dengar lagu mereka. Meskipun mereka sudah kayak om-om, saya masih tetap suka mantengin wajah tampan mereka. Makin tua makin jadi, ‘kan? πŸ™ˆ Anyway, postingan saya kali ini saya dedikasikan untuk semua fans Westlife di mana pun kalian berada. The Irish lads still in our hearts…


Salam,

🐳🐳🐳
p.s.: Postingan ini entah sudah berapa lama ngendon di draft saya, tapi akhirnya saya publish juga. Hahaha. Dasar pemalas πŸ˜…

Iklan
Westlife: A Flashback To My Childhood

Sesi Prewedding Indoor Bersama Calista Photo Studio Jogja

Halo! Saya mau laporan dulu kalau saya sudah menjalankan sesi foto prewedding indoor di Jogja beberapa waktu lalu. Setelah sempat bingung mau foto prewedding di mana akhirnya saya dan Mamas memutuskan untuk mengambil paket foto prewedding indoor di Calista Photo Studio Jogja. Selain karena harganya yang bersahabat dengan budget kami, kebanyakan teman kami pun foto di sana. Jadi ya sudah di sana saja. 

Mamas datang ke Calista beberapa minggu sebelum hari H pemotretan dan memberi DP sebanyak Rp 300.000. Waktu itu kami ambil paket foto prewedding indoor 2 yang totalnya Rp 750.000 dengan fasilitas 6 file foto plus edit standar dan 2 kali ganti kostum serta make up dan hair do. Ah, dapat free 1 kostum bridal juga. Kita tinggal bawa diri dan sepatu saja. Make up pun sudah ada yang mendandani. 

Sesi foto dimulai sekitar pukul 9.30. Saya dan Mamas sudah stand by di Calista jam 9 kurang sementara Calista baru buka jam 9 alhasil kami duduk dulu menunggu sampai ada petugas yang melayani. Begitu jam 9 kami pun diajak naik ke lantai 2 untuk bersiap-siap. Pagi itu saya didandani oleh mbak-mbak berkacamata dan satu lagi mbak yang mengurusi rambut saya. Sementara Mamas? Entahlah. Dia beda ruangan sama saya pas siap-siap. Saya suka banget dengan dandanan saya pagi itu. Mbak berkacamata benar-benar magic! Dia bisa mendandani saya dengan dandanan soft, simple dan cepat yang bikin saya jatuh hati. Selesai dandan saya pun bertemu lagi dengan Mamas. Mamas sudah oke dengan jas dan dasinya.

Ini dandanan hasil mbak-mbak berkacamata di Calista!

Ada cerita lucu dibalik jas si Mamas. Jadi sehari sebelum sesi foto prewedding saya dan Mamas datang ke Calista untuk fitting dan saya memilih baju. Saya diperbolehkan memilih dua baju dan mencoba dua-duanya. Sementara Mamas memilih jas yang sesuai dengan ukuran tubuhnya. Jebule ukuran jas di Calista nggak ada yang muat untuk Mamas. Ada sih yang muat, tapi ya nggak bisa dikancing πŸ˜‚ Alhasil selama sesi foto kancing jas itu nggak dikancing, deh.
Kembali lagi ke sesi foto prewedding yang sebenarnya. Selesai dandan kami pun diajak naik ke lantai 3. Fyi, Calista ini ada 4 lantai kalau nggak salah. Gede juga, ‘kan. Kami lalu masuk ke salah satu studionya dan dipandu bergaya dengan fotografer yang baik banget dan kami lupa menanyakan namanya πŸ˜… Pokoknya fotografer yang memotret kami ini oke banget, deh. Lucu, baik, mengarahkan gaya kami dengan oke. Gokil lah. Selesai sesi foto dan sebelum pindah ke studio lain, kami diperbolehkan untuk foto-foto sendiri juga 😎 

Ini foto pakai kostum kedua

Sesi foto selesai dan kami dipersilakan mengambil hasilnya sekitar dua minggu kemudian. Oh ya, sebenarnya jatah foto yang bisa kami ambil dari paket hanya 6 file, tapi kami nambah 2 file lagi dengan harga Rp 100.000 per file tambahan. Quite pricey tapi lumayan lah hasilnya. Saya pribadi cukup puas melakukan sesi prewedding indoor di Calista. 

Sebagai penutup dalam postingan ini, saya mau kasih lihat salah satu hasil foto prewed saya, nih 😎 Sampai jumpa di postingan selanjutnya!

Hasil foto dari Calista Studio Jogja
Sesi Prewedding Indoor Bersama Calista Photo Studio Jogja

Berburu Vendor Prewedding Indoor di Jogjakarta #MenujuNikah2017

Halo, ini adalah postingan pertama saya mengenai vendor untuk persiapan #MenujuNikah2017 dan kali ini saya akan membahas soal foto prewedding. Sebenarnya bagi beberapa pasangan mungkin foto prewedding nggak menjadi hal yang krusial banget dalam persiapan menikah. Ada yang memutuskan untuk melakukan sesi foto prewedding namun ada juga yang memutuskan untuk nggak melakukan sesi foto ini. Sah-sah saja jika calon pengantin ingin melakukan sesi foto prewedding atau nggak, toh tergantung dari kesepakatan kedua belah pihak yang akan menikah.

Anyway, saya dan Mamas sebenarnya termasuk tim yang nggak butuh-butuh banget foto prewedding tapi kami berdua senang foto-foto πŸ™Š Dasar narsis! Oleh karena itulah kami akhirnya memutuskan untuk melakukan sesi foto prewedding dalam persiapan kami #MenujuNikah2017. Ehem, jadi rencananya foto prewedding kami nanti nggak cuma sekadar jadi pajangan pas hari H saja, tapi kami ingin teman-teman dan tamu yang datang nanti bisa menuliskan pesan-pesan dan ucapan selamat untuk kami di foto yang akan kami pajang tersebut. Sayang banget fotonya dicoret-coret, dong? Ya nggak gitu juga sih, toh nanti foto kami yang sudah ditulisi oleh para tamu bisa dijadikan kenang-kenangan dan akan kami pajang di dinding rumah kami kelak! πŸ˜„ Seru, ‘kaan?

kira-kira nanti seperti ini nih πŸ˜‚ bedanya yang dicetak di kanvas ada foto kami berdua hihi (source: Google)

Balik ke topik utama. Berhubung budget saya dan Mamas terbatas, akhirnya kami membatasi pencarian vendor foto prewedding menjadi cukup foto prewedding indoor saja. Sebenarnya kalau ada budget lebih sih saya mau-mau saja foto prewedding outdoor. Kami sudah punya beberapa lokasi yang jadi keinginan kami jika berkesempatan untuk foto prewedding outdoor. Apa daya kantong berkata lain dan kami harus mengikuti si kantong πŸ˜…

Studio foto pertama yang jadi incaran saya dan Mamas adalah Senja Studio. Letaknya ada di Jalan Damai sana (dari Jakal nanti belok ke kiri lalu luruuus saja, nanti studio fotonya ada di sebelah kiri jalan). Alasan utama mengapa kami mengincar studio foto ini adalah karena waktu Mamas wisuda S2 tahun lalu dia memakai jasa studio foto ini. Harganya lumayan terjangkau dan waktu itu fotografernya cukup asyik dalam mengarahkan gaya dan nggak memburu-buru kami. Hanya saja kekurangannya studionya kecil jadi pilihan background untuk foto masih terbatas. Untuk harga paket foto prewedding outdoor hampir mirip-mirip sama studio foto besar di Jogja. Untuk paket yang indoor sendiri cukup lumayan harganya dan ada dua paket. Sama seperti kebanyakan paket foto prewedding indoor, mereka juga free costum dan juga make-up. Untuk lihat-lihat hasil foto Senja Studio silakan mampir ke Instagram mereka.

Ini contoh foto di Senja Studio waktu wisuda S2 Mamas
Ini foto bareng keluarganya masih di Senja Studio

Studio foto kedua yang saya hubungi adalah Calista Photo Studio. Saya sempat whatsapp nomor Calista yang tertera di Instagram mereka dan responsnya cukup cepat. Saya langsung dikirimi pricelist foto prewedding indoor dari Calista sekaligus benefit apa saja yang akan saya dapatkan. Ada tiga paket foto prewedding indoor yang ditawarkan Calista dan semua termasuk free make-up dan free costum. Harganya bersahabat banget dan masuk budget saya dan Mamas. Untuk hasil foto silakan dicek di Instagram Calista, ya. Oh ya, kebetulan teman SMA si Mamas sudah foto prewedding duluan di Calista dan mereka ambil paket 1 prewedding indoor. Katanya sih lumayan untuk harga segitu tapi kekurangannya adalah background nggak bisa pilih dan mas-mas fotografernya cenderung memburu-buru mereka. Mungkin tergantung fotografernya juga, tapi saya suka dandanan teman SMA si Mamas ini! Dandanannya soft dan nggak menor. Hihihi. Untuk cowok nggak didandanin sekalian, ya.

Source: dok. pribadi

Studio foto selanjutnya yang pricelist-nya saya dapatkan adalah Deluxio. Deluxio Photography ini alamatnya ada di Jalan Gayam. Sama seperti Calista, saya menanyakan pricelist prewedding melalui whatsapp dan balasan mereka cukup cepat. Harganya beda tipis dengan Calista, namun hanya ada dua paket foto prewedding indoor dan dua paket foto prewedding outdoor yang ditawarkan oleh Deluxio. Paket yang ditawarkan Deluxio untuk foto prewedding indoor juga sudah termasuk free make-up dan free costum (banyaknya kostum tergantung paket yang diambil). Untuk hasil foto mereka silakan dicek langsung di Instagram Deluxio.

Source: dok. pribad

Saya dan Mamas belum memutuskan mau pakai yang mana, sih. Lagipula sejauh ini baru vendor di atas yang kami tanyakan harganya dan fast response banget! Hari ini tanya lewat email atau whatsapp, hari ini juga dibalasnya. Bravo buat ketiganya! πŸ‘ Saran saya jika ingin mencari vendor foto prewedding adalah pastikan budget kalian sesuai dengan paket yang ditawarkan. Jangan sampai sesi foto prewedding ini malah jadi lebih mahal daripada vendor fotografi untuk nikahan nanti (eh?) 😒 Kalau bisa sih survey dulu ke studio fotonya untuk memastikan background dan gown (maybe?) dan pastikan harga paketannya juga ya kalau belum tahu pricelist-nya.

Sekian informasi dari saya. Postingan ini saya buat dengan tujuan memberi informasi pada para calon pengantin mengenai beberapa vendor foto prewedding yang ada di Jogja. Jika ada rekomendasi vendor studio foto untuk sesi prewedding indoor di Jogjakarta silakan saja diceritakan di kolom komentar. Sharing is caring, right? 😊 Happy preparation, dear all brides-to-be!


Salam,

🐳🐳🐳

Berburu Vendor Prewedding Indoor di Jogjakarta #MenujuNikah2017

Ceritanya Lamaran…

Yes. I am a bride-to-be, now. 

Hehehe. Tepat 27 Mei lalu saya dilamar dan officially engaged to Mamas Jogja yang dulu pernah saya putusin tapi nyambung lagi kesayangan. Kita sebut saja Mamas (LHA?) πŸ™Š

Ala-ala pasang cincin padahal pas pasang cincin beneran salah masukin coba, woy! πŸ˜‚

Setelah keribetan acara lamaran kemarin, keribetan lainnya pun muncul. By the way, sebenarnya acara lamaran kemarin nggak ribet-ribet banget, sih. Hahaha. Cerita sedikit acara lamaran kemarin, si Mamas datang ke rumah beserta Mamak dan Bapak jauh-jauh dari Jogja. Saya pun mengundang keluarga besar dari Papa dan sebagian bude-bude dari Mama (just FYI ibu saya anak ke-12 dari 12 bersaudara, jadi yang kemarin datang ke acara lamaran saya cuma bude-bude yang masih pada sehat dan rumahnya nggak jauh saja). Untuk acara lamaran kemarin nggak ada persiapan yang ribet macam backdrop bunga-bunga ala zaman sekarang itu, jadi beneran sederhana banget dan hanya keluarga dekat saja yang hadir. Malah foto-fotonya cuma pakai kamera iPhone saja πŸ˜… Untuk kostum saya sama Mamas cuma janjian mau pakai baju kembar yang waktu itu kami pakai waktu Mamas wisuda S2. Oh ya, untuk konsumsi kemarin pas lamaran kami masak sendiri. Mama saya minta bantuan para bude yang jago masak untuk urus konsumsi. Sementara untuk kue-kue dan oleh-oleh buat si Mamas bawa balik lagi ke Jogja pun kebetulan tante-tante saya berbaik hati datang membawa kue. Untuk acara lamaran sebenarnya tergantung adat istiadat dan juga kesepakatan kedua belah pihak. Kalau si Mamas sendiri di daerah asalnya lamaran berarti sekaligus tunangan  biar hemat ongkos juga ya jauh Jogja-Bekasi πŸ˜› Untuk cincin tunangannya sendiri kemarin Mamas yang beli di Jogja. Jadi, cerita awalnya kami nggak mau pakai tukar cincin karena duit buat beli cincin belum kekumpul tapi rupanya si Mamas dikasih rezeki kerjaan. πŸ˜‚ Puji Tuhan deh ya, akhirnya langsung lah dia ke toko emas dan beli cincin sebelum harga emas naik lagi hahaha. Padahal dia gambling banget sama ukuran jari saya. Untungnya sih muat meskipun agak kebesaran sedikit πŸ™ˆ

Anyway, setelah obrolan sana-sini waktu lamaran kemarin maka ditetapkanlah bahwa saya dan Mamas akan menikah di tahun ini juga. Yeay! Jadi kawiiiiin πŸ™ˆ #MenujuNikah2017. Untuk kapannya sih masih rahasia saja ya biar surprise. Sementara untuk nikahnya kami sepakat mengadakan pemberkatan nikah di Jakarta. Rincian acaranya dan review vendor akan saya bocorkan seiring berjalannya waktu, ya! Sudah mulai nyicil nyari vendor dan nanyain pricelist, nih nanya doang HAHAHAHA

Cincin hasil kerja keras si Mamas nerjemahin seminggu dan saya pun dicuekin seminggu juga! :’)

Intinya sih sebisa mungkin semua hal mau saya dan Mamas sendiri yang handle dan siapkan supaya nggak ngerepotin banyak pihak. Oh ya, saya juga terbuka lho semisal ada teman-teman yang berbaik hati mau merekomendasikan atau memberikan pricelist vendor untuk pernikahan dengan harga yang bersahabat  πŸ˜Š nanti gantian saya yang akan memberikan pricelist vendor yang sudah saya tanya-tanya hahahaha 

Akhir kata, mohon doanya ya supaya persiapan saya dan Mamas lancar sampai hari H. Dan semoga teman-teman yang sedang mempersiapkan pernikahan atau lamaran pun diberikan kemudahan dalam setiap acaranya. Jangan lupa banyak-banyak berdoa dan berserah pada Yang Maha Kuasa. Tetap semangat ya para bridezilla! Semua pasti nikah pada waktunya!!! Happy preparation!
Salam,

🐳🐳🐳

Ceritanya Lamaran…

Pengalaman Pertama Berbelanja di Sale Stock

Halo! Lama banget saya nggak update blog ini, ya. Haha. Sebenarnya banyak draft dalam blog ini yang terbengkalai lantaran kesibukan dan juga kemalasan saya, jadilah baru sekarang ini saya muncul lagi. Mohon maaf lahir dan batin ya, teman-teman 😊

Saya balik dengan tema belanja online lagi. Duh, lagi-lagi kudu nulis kalau postingan saya kali ini bukan promosi atau karena saya bekerja di e-commerce yang bersangkutan, ya! Semua yang saya tulis berikut ini murni pengalaman saya sendiri, makanya mau saya bagikan pada teman-teman semua.

Singkat cerita, minggu lalu saya download aplikasi e-commerce yang sebenarnya nggak baru-baru amat. Awalnya cuma iseng karena tiap kali saya buka Facebook selalu muncul iklan dari e-commerce tersebut, sebut saja Sale Stock. Tampilan aplikasi Sale Stock yang simple dan cukup informatif bikin saya kepincut untuk mencoba berbelanja di situ. Kebetulan juga saya lagi kepengen beli sepatu. So, why don’t we give it a try to Sale Stock?

Seperti kebanyakan situs e-commerce lain, aplikasi Sale Stock cukup mudah digunakan, kok. Cuma tinggal ikuti saja petunjuk dan klik ini-itu. Kelar, deh belanjanya. Hihihi πŸ˜†

Ini tampilan awal apps Sale Stock tiap kali saya buka dari hape

Pertama-tama, tiap kali saya buka aplikasi Sale Stock dari hape, pasti yang muncul adalah halaman depan seperti gambar di atas ini. Katanya pakai aplikasi Sale Stock nggak pakai kuota, lho! Setelah itu saya cari deh sepatu di bagian kategori.

Klik ‘kategori’ yang ada di ujung kiri atas, nanti muncul begini

Setelah meng-klik ‘sepatu’ nanti akan muncul lagi kategori sepatunya. Macam-macam lho, ada heels, slip on, sneakers, wedges dan kawan-kawan lainnya. Teman-teman tinggal pilih sesuai kebutuhan saja.

Setelah puas melihat-lihat sepatu, teman-teman bisa meng-klik sepatu yang diinginkan dan lihat spesifikasinya. Biasanya lengkap ada ukuran sepatu, bahan sepatu dan juga warna yang ditawarkan. Sesuaikan saja dengan ukuran sepatu yang biasa teman-teman gunakan. Berhubung kaki saya ukuran 40 dan tapak kaki saya kurang lebih 25 cm, jadi saya wajib mencari sepatu ukuran 40 yang tapak kakinya 25 cm biar aman. Kalau sudah ketemu pilihan sepatunya dan pas spesifikasinya, teman-teman bisa melanjutkan dengan melihat stok yang ready. Biasanya nggak semua ukuran dan warna ready ya apalagi kalau sepatunya termasuk yang modelnya unyu-unyu gitu. Hahaha.

Ini contoh ukuran sepatu dan warna yang ready stock. Lengkap ya

Setelah sepatu yang teman-teman inginkan ready stock baik dalam ukuran dan juga warna, tinggal klik saja warna dan ukuran yang diinginkan. Selanjutnya teman-teman diminta untuk mengisi data diri seperti nama, alamat pengiriman, nomor telepon, alamat email dan lanjut ke pilihan mau bayar pakai apa. Karena saya kebetulan pakai m-banking BCA jadi saya bayarnya pakai sistem transfer via virtual account deh. 

Dicek dulu keranjang belanjaannya ya, sist!
Lanjut isi data diri. Jangan sampai salah ya biar nggak nyasar paketnya!
Pilih metode pembayaran

Setelah bayar, nanti teman-teman akan mendapat konfirmasi lewat email dan juga SMS. Gimana? Ternyata gampang juga ya belanja lewat aplikasi Sale Stock. Oh ya, pengalaman saya kemarin sih barang datang cukup cepat, tapi karena saya pesan sebelum lebaran, jadinya barang saya baru dikirim setelah lebaran. Tapi langsung sampai rumah dua hari kemudian. 

Satu malam sebelum pesanan saya sampai, saya sempat dapat telepon dari pihak Lion Parcel yang ternyata menjadi kurir dalam pengiriman barang saya ini. Mereka menanyakan ancer-ancer ke rumah saya dan bilang besok barangnya akan dikirimkan πŸ˜… Dan benar saja besok paginya barang sudah saya terima. FYI, pesanan saya sampai di rumah hari Sabtu pagi. Packing barangnya rapi dan yang terpenting sepatu yang saya pesan cocok dan pas dengan ukuran kaki saya πŸ˜†

Sekian cerita saya mengenai pengalaman pertama berbelanja di Sale Stock. Jadi pengen coba belanja barang lain di Sale Stock, nih. Hahaha πŸ˜‚ Semoga bisa bermanfaat buat teman-teman semua, ya!

Salam,

🐳🐳🐳

Pengalaman Pertama Berbelanja di Sale Stock

Etika Utang-Berutang

Sebenarnya ada nggak sih kata utang-berutang dalam KBBI? *serius nanya*

Haha. Anyway, hari ini saya mau bahas masalah etika mengutang. Iya. Utang. Sebenarnya ini mau curhat aja, sih πŸ˜‚

Jadi ceritanya begini, akhir bulan Maret kemarin saya dihubungi oleh salah seorang teman lamaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget lewat inbox di Instagram saya. Fyi, dulu waktu saya masih kecil sekitar 20an tahun lalu, doi ini teman main saya gitu. Tapi beberapa tahun kemudian dia pindah ke suatu tempat dan saya lost contact sama sekali dengan doi. Singkat cerita, akhirnya kami bertemu kembali lewat dunia maya beberapa tahun lalu. Awalnya lewat Facebook. Kemudian merambahlah ke Instagram. Saya nggak ingat siapa duluan yang add dan follow. Hanya saja sejak pertama kali berteman di Facebook, saya dan dia nggak pernah japri-japrian. Intinya cuma sekadar kami teman lama yang akhirnya bertemu di dunia maya.

Hingga akhir Maret lalu, doi mengirim pesan lewat Instagram pada saya. Basa-basi nanya kabar dan juga nomor handphone saya. Saya yang saat itu nggak ada prasangka apa-apa dengan senang hati membalas pesan si doi, dong. Hingga akhirnya dia mengirim pesan whatsapp ke saya dan nanya “Kamu lagi ada uang nggak?” Jder! Saya langsung feeling nggak enak, nih. Trus dia mulai curhat kalau dia lagi kena masalah nunggak kartu kredit gitu dan suaminya gajian tiap tiga bulan sekali dan dia lagi hamil gitu bla bla bla. Rupanya si doi ini mau pinjam uang yang menurut saya jumlahnya nggak sedikit untuk bayar utang kartu kreditnya.

Source: Google

Saya yang waktu itu memang nggak punya uang akhirnya bilang ke doi kalau saya nggak bisa bantu. Saya jelasin kalau saya juga punya tanggungan bla bla bla. Lagian seandainya saya punya uang sebanyak utang kartu kredit dia pun saya nggak mau minjemin doi uang, sih. Lha yang pakai kartu kreditnya dia, kenapa harus saya yang bayar? Begitu logika saya saat itu. Saya sendiri aja nggak punya kartu kredit! πŸ˜₯
Saya berhasil menolak doi. Tapi kemudian lusanya doi kirim whatsapp lagi ke saya. Kali ini pinjam 150 rebu saja! Alasannya dia nggak ada ongkos untuk ke bank yang mengeluarkan kartu kreditnya itu. Katanya sih dia mau ke bank itu buat minta keringanan. Sebagai teman yang bodoh baik, akhirnya saya mengirimkan uang padanya. Berhenti sampai di situ? Rupanya tidak, sodara-sodara! Minggu depannya dia whatsapp saya lagi mau pinjam uang 150 rebu lagi buat ongkos! Kebetulan saat itu hari Minggu dan jadwal saya di Minggu siang adalah tidur-tidur tjakep, jadi saya baru baca whatsapp doi sore hari dan akhirnya saya nggak balas, deh. 

Sejak saat itu doi nggak pernah whatsapp saya lagi. Sampai akhirnya hari ini yang mana dua bulan kemudian dari sejak dia whatsapp saya untuk pertama kalinya, saya menagih utang. Ah, biarin deh dibilang “Pelit amat sih cuma utang segitu doang aja pake ditagih-tagih”. Biar kata cuma 150 rebu juga duit, tau. Bisa buat ongkos saya ke kantor tuh seminggu 😰 

Sebenarnya saya nggak mempermasalahkan jumlah uangnya sih meskipun saat ini saya bokek berat tapi mbok ya berutang juga pakai etika πŸ˜• Maksud saya, doi ‘kan sudah lama ya nggak japri saya trus ujug-ujug japri tapi cuma buat ngutang yang nominalnya jutaan, bro! Padahal waktu dia nikahan saja saya nggak di message sama dia, waktu ulang tahun saja nggak pernah diucapin juga padahal ‘kan temenan di dunia maya. Itu salah satu faktor yang bikin saya agak ilfil, sih. Selain itu, setelah tragedi saya-bobok-siang-tjakep-di-hari-Minggu dan telat baca pesan dari dia yang mau ngutang lagi, doi nggak kontak-kontak saya lagi sejak saat itu. Duh, padahal waktu mau ngutang itu doi whatsapp saya ngucapin selamat hari Minggu segala, nanya saya kerja di mana dan basa-basi lainnya.

Source: Google

Terus, inti postingan ini apa? Yah. Saya cuma mau curhat aja! Haha. Nggak, deh. Saya cuma mau berbagi kalau mau ngutang tuh tolong perhatikan dulu pada siapa kita akan ngutang. Jangan tiba-tiba kontak teman sekelas waktu TK dulu terus langsung ngutang 20 juta buat kawin misalnya. Euh! πŸ˜₯ Bukannya diutangin nanti malah diajak kawin, lho! *Eh πŸ™Š Selain itu, salah satu tips aman dari utang adalah nggak usah pakai kartu kredit kartu kreditan lah kalau memang nggak bisa mengatur cashflow dengan baik. Lha gimana bisa lunas kalau mau bayar tunggakan kartu kredit saja malah ngutang ke orang lain. Kalau memang mau pakai kartu kredit pastikan kamu punya cashflow yang baik. Jangan sampai besar pasak daripada tiang, gaes! Masa’ kamu yang gesek kartunya aku yang disuruh bayarin dulu? πŸ˜₯ Terakhir, waspada deh kalau tiba-tiba ada teman lamaaaaaaaa kamu yang mengontak kamu lewat medsos padahal sebelumnya nggak pernah japri kamu. Bisa jadi temanmu mau ngutang atau mau ngasih undangan nikah dia sama mantan gebetan kamu πŸ˜‚
Salam anak baik!

Etika Utang-Berutang

K-Drama: Goblin (도깨비)

μ•ˆλ…•ν•˜μ„Έμš”! 

New K-drama’s back! Selesai nonton My Wife is Having an Affair This Week, saya kembali lagi dengan drama baru berjudul Goblin. Sampai tulisan ini saya posting, drama yang dibintangi om-om tampan ini baru sampai episode 4. Masih jauh, ya! Padahal saya sudah nggak sabar untuk melihat endingnya. Huhuhu.

Cerita dimulai dari seorang Kim Shin (diperankan Gong Yoo) yang dulunya seorang jenderal perang yang dihabisi nyawanya atas perintah sang Raja. Kim Shin pun akhirnya menjadi goblin dan hidup selama beratus-ratus tahun kemudian dalam keabadian. Mungkin bagi sebagian orang ini adalah sebuah anugerah, namun bagi Kim Shin ini adalah sebuah mimpi buruk. Ditakdirkan menjadi goblin dan hidup dalam penyesalan bukanlah anugerah baginya.
Suatu ketika Kim Shin tanpa sengaja muncul di hadapan seorang Ibu muda yang sekarat di tengah salju. Sang Ibu muda memohon pada Kim Shin saat itu untuk menolongnya. Kim Shin pun menolong sang Ibu yang rupanya tengah mengandung putrinya dengan memberinya “kehidupan baru”. 

Beberapa tahun kemudian bayi yang dilahirkan oleh si Ibu muda yang ditolong Kim Shin tumbuh menjadi sosok yang mampu melihat hal-hal supranatural di sekitarnya. Ji Eun Tak (diperankan oleh Kim Go Eun)-nama anak tersebut-harus kehilangan ibunya di usia muda. Ia pun akhirnya diurus oleh keluarga sang bibi yang memperlakukannya dengan kejam. Suatu ketika di hari ulang tahunnya, Ji Eun Tak meniup lilin yang dipasangkan pada kue ulang tahun. Tak sengaja ia justru memanggil Kim Shin. Mereka pun bertemu dan Eun Tak mengaku sebagai pengantin goblin!

Oh ya, selain om Gong Yoo, drama ini juga diperankan oleh om yang nggak kalah ganteng, lho. Lee Dong Wook adalah salah seorang partner bromance Gong Yoo dalam drama ini. Haha. Kenapa saya sebutnya bromance? Kalian harus tonton sendiri. Dijamin bakal senyum-senyum lihat kelakuan Gong Yoo dan Lee Dong Wook dalam drama ini. Bedanya kalau Gong Yoo berperan sebagai seorang goblin, Dong Wook justru berperan sebagai grim reaper yang kehilangan ingatannya. Doi bertugas menjemput orang-orang yang baru saja meninggal. Yah, kalau malaikat mautnya ganteng kayak begini sih…. Ng…. Selain om-om dua itu ada juga oppa Yook Sung Jae yang berperan sebagai ‘keponakan’ dari Kim Shin. 

Info menarik lainnya adalah script writer dan PD dari drama Goblin ini nggak lain nggak bukan adalah script writer dan PD yang sukses membuat drama Descendants of The Sun. Wohooo! Pantesan saja jalan ceritanya keren. Poin plus lainnya dari drama Goblin ini saya suka special effect yang muncul dan bagaimana para aktor serta aktris memainkan perannya. TOTALITAS! Memang ya drama Korea nggak ada matinya. Psst! Drama yang tayang tiap hari Jumat dan Sabtu waktu Korea di tvN ini dengar-dengar ratingnya mengalahkan drama Reply 1988, lho.

Gimana? Sudah penasaran belum dengan drama satu ini? Saya saja penasaran banget mau cepat-cepat Jumat minggu depan biar bisa nonton lagi *eh 🙈 Sekian info K-Drama dari saya! Sampai jumpa di drama selanjutnya, ya!

For other reference: klik di sini

K-Drama: Goblin (도깨비)