Dani Craft: Vendor Suvenir Oke dari Jogja

Halo! Akhirnya #menujunikah2017 selesai. Saya punya status baru sebagai istri sekarang. Bersyukur sekali rangkaian acara pernikahan pada hari Jumat tanggal 1 Desember lalu bisa berjalan dengan baik. Praise the Lord!

Omong-omong, salah satu benda yang nggak kalah penting untuk dipersiapkan dalam sebuah pesta pernikahan adalah suvenir atau cendera mata bagi para tamu yang hadir. Kenapa penting? Menurut saya suvenir menjadi “tanda terima kasih” dari kami pada para tamu yang telah meluangkan waktunya untuk hadir dalam hari paling bersejarah kami berdua. Makanya saya nggak mau sembarangan memilih suvenir.

Anyway, seperti yang sudah saya ceritakan di sini, kali ini saya hadir untuk memberikan sedikit review atas kerja dari vendor suvenir yang saya pilih, yakni Dani Craft. Sebelumnya izinkan saya menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya pada Mbak Wiji dan juga tim Dani Craft yang telah membantu saya selama proses pemesanan, pengerjaan hingga paket saya terima di rumah dengan selamat. Matur nuwun! 😊

Langsung saja ke review mengenai Dani Craft. Sejak awal saya tidak menemukan adanya kendala yang berarti dengan vendor ini. Bahkan saat saya menambahkan jumlah pesanan (awalnya saya hanya memesan 250 pcs suvenir, lalu saya tambah menjadi 300 pcs) dan mengontak Mbak Wiji selaku marketing yang mengurus suvenir saya sejak awal tidak ribet dan cenderung mudah. Saya hanya mengirimkan pesan whatsapp pada Mbak Wiji dan tim Dani Craft menyanggupi tambahan sebanyak 50 pcs dan membantu kami menghitung ulang. Respons Mbak Wiji dan tim Dani Craft pun sangat cepat (asalkan menghubungi mereka di jam kerja, ya)

Setelah pesanan siap, saya pun dihubungi pihak pengiriman. Di sini saya diminta melunasi pembayaran (fyi, untuk memesan suvenir di Dani Craft butuh DP awal sebesar 80% dari total belanja) dan juga membayar ongkos kirim (jika suvenir dikirim ke rumah). Begitu menerima whatsapp dari bagian pengiriman, saya transfer kekurangannya dan barang dikirim sore itu juga menggunakan Pahala Express dengan ongkir sebesar 195 ribu dari Jogja ke Bekasi. Awalnya diberi tahu bahwa pengiriman memakan waktu 5-6 hari kerja, eh jebule baru 2 hari suvenirnya sudah sampai Bekasi. Hi hi hi. 

Tadaaa~ Sudah sampai dengan rapi

Waktu itu saya memang meminta pihak Dani Craft untuk mengemas suvenir saya menggunakan paperwrap dan tali agel (dengan tambahan biaya Rp 500 per pcs) serta langsung dimasukkan ke dalam plastik bening. Hasil yang saya terima pun beneran sudah rapi. Untuk 300 pcs kemarin saya dapat tambahan bonus 3 pcs. Mungkin bonusnya 1 pcs untuk tiap 100 pcs kali, ya? Tapi beneran deh sablonannya rapi, bersih dan blacunya pun lumayan tebal bukan blacu tipis. Saya lantas segera mengambil foto suvenir-suvenir itu dan mengirimkannya pada Mamas. Mamas bilang suvenirnya oke, packagingnya rapi nggak kelihatan murahan. Ha ha ha 😂 

Kalau ditanya puas atau nggak pesan suvenir di Dani Craft? Saya puas banget. Sekalipun tempatnya agak mblusukan, tapi masih terjangkau Google Maps, hasil suvenirnya oke. Serius, deh. Saya mau merekomendasikan vendor ini pada teman-teman yang mau menikah juga. Bahkan adik saya bilang kalau dia nikah mau coba pesan di sini juga. Selain karena banyak pilihan, harganya pun nggak mencekik kantong. He he he.

Saya akan review untuk vendor lainnya juga setelah ini, ya! 
Salam,

🐳🐳🐳

Iklan
Dani Craft: Vendor Suvenir Oke dari Jogja

Wedding Ringnest Unik Dari Jogja

Salah satu printilan yang menjadi perhatian saya saat mempersiapkan pernikahan adalah tempat cincin. Tempat cincin nikah zaman now banyak model dan macamnya. Bikin capeng pusing tujuh keliling memilih mana yang unyu, bagus dan tentunya ramah di kantong.

Awalnya saya tertarik untuk membuat sendiri tempat cincin saya untuk nikah nanti. Mungkin banyak yang bertanya kenapa nggak pakai tempat cincin waktu lamaran kemarin? He he. Waktu kemarin lamaran tempat cincin saya biasa saja. Bentuknya kotak beludru merah dan nggak sengaja saya rusakin. Ha ha ha 😂 Jadilah tempat cincin masuk dalam daftar printilan nikahan saya. 

Closer look for my wedding ringnest

Saya selalu suka dengan konsep rustic meskipun acara nikahan saya nanti temanya bukan rustic. Pilihan saya pun jatuh pada tempat cincin yang berbentuk seperti sarang burung dengan log kayu sebagai tempat cincinnya. Disebut juga wedding ringnest. Saya menemukan wedding ringnest buatan Rustic Indonesia melalui Shopee. Namun, karya-karya lain dari Rustic Indonesia by Anna Marlyta ini bisa dicek sendiri melalui instagram mereka di @rusticindonesia

Alasan saya memilih wedding ringnest? Entah. Saya cuma suka dengan model dan bentukannya saja dan tentunya karena harganya murah. Lagipula kesannya ramah lingkungan karena terbuat dari bahan-bahan yang berasal dari alam seperti log kayu dan juga akar-akar sarangnya (fyi, saya senang dengan konsep nikahan go green). 

dokumentasi pribadi

Pilihan warna bunga bebas, akan tetapi kalau nggak salah untuk bunga berwarna emas ada tambahan harga. Modelnya pun bermacam-macam. Ada yang bawahnya pakai log kayu, ada yang sarang burung tanpa log kayu, dsb. Bisa ditulis pakai nama calon pengantin, tanggalnya atau inisial nama berdua. Pokoknya disesuaikan dengan budget dan keinginan calon pengantin.

Harganya? Untuk harga start from IDR 95k kalau nggak salah. Tapi, supaya lebih jelas silakan konfirmasi sendiri ke @rusticindonesia. Mereka juga ada di Shopee, lho. Saya pesan via Shopee dan gratis ongkir deh dari Jogja ke Bekasi karena pesan minimal IDR 90k dapat gratis ongkir. Lumayan, ‘kan. 

Buat yang mau menikah atau lamaran, coba deh intip si @rusticindonesia ini. Lucu-lucu kok hasil karyanya dan proses pembuatan sekitar seminggu serta fast response according to my experience ya tentunya. 

Doakan saya, ya! Tinggal seminggu lagi, nih. Huh hah~ 

Salam,

🐳🐳🐳

Wedding Ringnest Unik Dari Jogja

Westlife: A Flashback To My Childhood

Coba angkat tangan kalian kalau kalian pernah dengar lagu I Have a Dream, Seasons In The Sun, Flying Without Wings atau My Love. Adakah di antara kalian yang nggak familiar dengan judul lagu tersebut? Kayaknya hampir semua anak generasi 90-an pernah mendengar judul-judul lagu yang dibawakan lima pemuda tampan asal Irlandia, Westlife. Benar, Westlife begitu fenomenal di zamannya. 

Zaman saya masih SD alias sekitar 16-17 tahun lalu, saya salah seorang fans Westlife. Saya mulai menyukai boyband tersebut sewaktu duduk di bangku kelas 4 atau 5 SD. Saya lupa tepatnya bagaimana, tapi saya mulai merasakan chemistry dengan Westlife saat tak sengaja menonton video klip mereka yang berjudul Seasons In The Sun di salah satu stasiun televisi. Waktu itu saya cuma memerhatikan kelima personil Westlife bernyanyi. Tampak latar belakang video klip mereka yang begitu simple dan suram, namun lagunya bisa langsung terngiang di telinga saya. Saat muncul nama penyanyi dan judul lagu di pojok kiri bawah, saya pun langsung menghafalnya. Westlife. Seasons In The Sun.

Seasons In The Sun. Source: Google

Lain waktu saat itu saya yang hendak berulang tahun ke-9 (atau 10? saya agak lupa) meminta hadiah kaset boyband yang lagunya terngiang di telinga saya itu. Ya, saya minta hadiah kaset Westlife pada salah seorang tante saya dan dia membelikannya. Yeay! Saya pun senantiasa mendengarkan kaset Westlife pertama saya itu. Album pertama Westlife yang saya miliki. Westlife Deluxe. Tiada hari tanpa mendengarkan lagu mereka. Tiada hari tanpa menunggu kehadiran mereka di layar kaca melalui MTv (dulu kalau nggak salah MTv ada di Antv). Pokoknya Westlife setiap hari. Saya mulai mengoleksi poster, kertas binder dengan wajah para personil, majalah dan juga mengoleksi imajinasi saya mengenai kelima pemuda Irish tersebut. 

Album pertama Westlife. Source: Google

Album kedua keluar. Coast to Coast judulnya. Lagi-lagi membuat saya kecanduan. Kaset-kaset Westlife menemani hari-hari saya. Hingga kaset Westlife Deluxe saya suaranya sember, sampai kusut sekalipun saya tetap berusaha memperbaiki si pita kaset. Semua demi Westlife. Lagi-lagi koleksi poster, buku dan semua tentang Westlife saya pelihara *eh koleksi maksudnya. Dan imajinasi akan bertemu sang boyband idola pun makin menggila. Apalagi di lagu My Love yang katanya “So I say a little prayer and hope my dreams will take me there. Where the skies are blue to see you once again, my love…” beuh, makin bikin saya menggila dalam imajinasi kalau saya akan ke Ireland dan bertemu pujaan hati saya, Mark. Oh ya, saya sudah bilang belum? Personil Westlife favorit saya sepanjang masa hingga hari ini adalah Westlife. Kenapa harus Mark? Entah. Saya juga nggak tahu jawabannya. Saat melihat mereka bernyanyi dalam video klip Seasons In The Sun saya langsung menunjuk Mark saat itu. Saya hanya bilang dalam hati saya, “keren juga dia.” OMG, anak SD cuy sudah bisa ngefans sama cowok ganteng. Hahaha! Jadilah sejak itu saya menyandang nama Feehily di belakang nama saya. Maklum, anak zaman dulu ‘kan gitu. Kalau ngefans pasti nama belakangnya ditambahin nama belakang idolanya juga. Sekarang gitu juga nggak?

Westlife tanpa Brian. Brian McFadden decided to leave Westlife at 2014. Image source: Google

Westlife pun sempat datang ke Indonesia waktu itu. Tiga kali kalau saya nggak salah hitung. Atau empat, ya? Tapi nggak satu pun saya berkesempatan untuk ikut konser mereka. 😂 Konser pertama dan kedua saya masih anak sekolahan banget. Nggak punya duit buat nonton konser mereka dan waktu konser pertama sempat tanya tiket tapi rupanya sudah sold out. Waktu terakhir Westlife kemari (Gravity Tour tahun 2011 if I’m not mistaken) saya sudah kuliah dan lagi persiapan skripsi. Tapi lagi-lagi dengan alasan masih anak kuliahan, belum bisa menghasilkan penghasilan sendiri dan posisi saya di Jogja waktu itu saya pun nggak bisa ke Jakarta nonton konser terakhir mereka itu. Sedih? Sedih banget. Apalagi mereka sudah mengumumkan untuk bubar jalan setelah menemani saya tumbuh dewasa selama 14 tahun. Saya tanpa Westlife mungkin nggak bakal bisa bahasa Inggris sampai saat ini. It doesn’t mean I speak English well, but I started learn English because Westlife. Hahaha. 
Kok tiba-tiba saya nulis soal Westlife? Nggak tahu. Kangen saja. Meskipun mereka sudah bubar jalan, saya masih suka dengar lagu mereka. Meskipun mereka sudah kayak om-om, saya masih tetap suka mantengin wajah tampan mereka. Makin tua makin jadi, ‘kan? 🙈 Anyway, postingan saya kali ini saya dedikasikan untuk semua fans Westlife di mana pun kalian berada. The Irish lads still in our hearts…


Salam,

🐳🐳🐳
p.s.: Postingan ini entah sudah berapa lama ngendon di draft saya, tapi akhirnya saya publish juga. Hahaha. Dasar pemalas 😅

Westlife: A Flashback To My Childhood

Sesi Prewedding Indoor Bersama Calista Photo Studio Jogja

Halo! Saya mau laporan dulu kalau saya sudah menjalankan sesi foto prewedding indoor di Jogja beberapa waktu lalu. Setelah sempat bingung mau foto prewedding di mana akhirnya saya dan Mamas memutuskan untuk mengambil paket foto prewedding indoor di Calista Photo Studio Jogja. Selain karena harganya yang bersahabat dengan budget kami, kebanyakan teman kami pun foto di sana. Jadi ya sudah di sana saja. 

Mamas datang ke Calista beberapa minggu sebelum hari H pemotretan dan memberi DP sebanyak Rp 300.000. Waktu itu kami ambil paket foto prewedding indoor 2 yang totalnya Rp 750.000 dengan fasilitas 6 file foto plus edit standar dan 2 kali ganti kostum serta make up dan hair do. Ah, dapat free 1 kostum bridal juga. Kita tinggal bawa diri dan sepatu saja. Make up pun sudah ada yang mendandani. 

Sesi foto dimulai sekitar pukul 9.30. Saya dan Mamas sudah stand by di Calista jam 9 kurang sementara Calista baru buka jam 9 alhasil kami duduk dulu menunggu sampai ada petugas yang melayani. Begitu jam 9 kami pun diajak naik ke lantai 2 untuk bersiap-siap. Pagi itu saya didandani oleh mbak-mbak berkacamata dan satu lagi mbak yang mengurusi rambut saya. Sementara Mamas? Entahlah. Dia beda ruangan sama saya pas siap-siap. Saya suka banget dengan dandanan saya pagi itu. Mbak berkacamata benar-benar magic! Dia bisa mendandani saya dengan dandanan soft, simple dan cepat yang bikin saya jatuh hati. Selesai dandan saya pun bertemu lagi dengan Mamas. Mamas sudah oke dengan jas dan dasinya.

Ini dandanan hasil mbak-mbak berkacamata di Calista!

Ada cerita lucu dibalik jas si Mamas. Jadi sehari sebelum sesi foto prewedding saya dan Mamas datang ke Calista untuk fitting dan saya memilih baju. Saya diperbolehkan memilih dua baju dan mencoba dua-duanya. Sementara Mamas memilih jas yang sesuai dengan ukuran tubuhnya. Jebule ukuran jas di Calista nggak ada yang muat untuk Mamas. Ada sih yang muat, tapi ya nggak bisa dikancing 😂 Alhasil selama sesi foto kancing jas itu nggak dikancing, deh.
Kembali lagi ke sesi foto prewedding yang sebenarnya. Selesai dandan kami pun diajak naik ke lantai 3. Fyi, Calista ini ada 4 lantai kalau nggak salah. Gede juga, ‘kan. Kami lalu masuk ke salah satu studionya dan dipandu bergaya dengan fotografer yang baik banget dan kami lupa menanyakan namanya 😅 Pokoknya fotografer yang memotret kami ini oke banget, deh. Lucu, baik, mengarahkan gaya kami dengan oke. Gokil lah. Selesai sesi foto dan sebelum pindah ke studio lain, kami diperbolehkan untuk foto-foto sendiri juga 😎 

Ini foto pakai kostum kedua

Sesi foto selesai dan kami dipersilakan mengambil hasilnya sekitar dua minggu kemudian. Oh ya, sebenarnya jatah foto yang bisa kami ambil dari paket hanya 6 file, tapi kami nambah 2 file lagi dengan harga Rp 100.000 per file tambahan. Quite pricey tapi lumayan lah hasilnya. Saya pribadi cukup puas melakukan sesi prewedding indoor di Calista. 

Sebagai penutup dalam postingan ini, saya mau kasih lihat salah satu hasil foto prewed saya, nih 😎 Sampai jumpa di postingan selanjutnya!

Hasil foto dari Calista Studio Jogja
Sesi Prewedding Indoor Bersama Calista Photo Studio Jogja

Berburu Vendor Suvenir Nikah di Jogjakarta #MenujuNikah2017

Yay, akhirnya saya berhasil mendapatkan vendor suvenir untuk nikahan nanti! Hihihi. Sebenarnya saya nggak sempat hunting ke mana-mana, sih. Saya hanya mendatangi satu tempat saja setelah googling ke sana kemari. 

Sejak awal saya dan Mamas sepakat untuk memberikan suvenir nikah yang memiliki azas manfaat serta kegunaan bagi para tamu. Jadi bukan sekadar asal kasih suvenir gitu. Selain itu, saya dan Mamas sepakat untuk nggak menulis nama kami berdua besar-besar di suvenir yang akan kami berikan tersebut. Berdasarkan pengalaman kami, suvenir nikah yang ada nama pengantinnya tercetak besar-besar biasanya nggak akan kami pakai. HAHA. Makanya supaya nanti suvenir nikahan kami bisa dipakai orang tanpa malu-malu, kami pun sepakat hanya memberi nama kecil tanpa tanggal pernikahan kami.

Saya dan Mamas menjatuhkan pilihan pada tas blacu. Alasan kenapa kami memilih tas blacu sebagai suvenir salah satunya agar bisa bermanfaat bagi para tamu. Lumayan ‘kan tasnya bisa buat bawa-bawa berkas atau kotak bekal ke kantor. Berbekal dengan pilihan tersebut saya pun mencari-cari vendor suvenir yang menjual tas blacu di Jogja. Kenapa Jogja? Karena konon katanya suvenir nikah di Jogja harganya murah dan beragam.

tas blacu begini nih (source: http://www.dani-craft.com)

Bertemulah kami akhirnya dengan Dani Craft. Dani Craft ini letaknya di daerah Kasongan, Bantul. Waktu tempuh yang dibutuhkan dari Sleman menuju workshop Dani Craft ini sekitar 40-an menit. Tempatnya agak mblusukan, sih tapi masih bisa dijangkau Google Maps 😅 Setelah menemukan workshop Dani Craft, kami pun langsung disuguhkan pemandangan jejeran suvenir seperti tas, gelas, kipas, sandal hotel, taplak meja gantungan kunci dan masih banyak lagi. Bahkan Dani Craft juga jualan undangan, lho. Saya dan Mamas pun dipertemukan dengan Mbak Wiji yang membantu kami memberi informasi mengenai harga dan jumlah yang bisa dipesan di workshop Dani Craft ini. Setelah mendapatkan contoh tas blacu yang kami mau, kami lalu ngobrol soal harga dan pilihan packaging si suvenir nanti. Di Dani Craft sebenarnya sudah free packaging menggunakan plastik, namun setelah ditimbang-timbang dan dipikirkan on the spot, saya pun menjatuhkan pilihan dengan menggunakan paperwrap dan tali untuk packaging si tas blacu. Lebih unyu kalau pakai paperwrap ‘kan? Lagipula cuma nambah Rp 500 saja per pcs-nya 😂 Untuk DP sendiri totalnya 80% dari harga total dan baru bisa desain jika DP sudah masuk. Kemarin kami tanpa ba-bi-bu langsung DP dan langsung bikin desain on the spot. Hahaha. Biar nggak mondar-mandir, sih. Proses pengerjaan dijanjikan satu bulan setelah desain fix dan suvenir bisa dikirimkan ke Bekasi alias rumah saya. 

denah workshop Dani Craft

Saya belum bisa bilang apakah vendor ini recommended atau nggak, tapi selama saya dilayani di workshop nggak ada masalah. Cepat banget malah dan Mbak Wiji lumayan helpful membantu kami menghitung dan menunjukkan contoh pilihan packaging suvenirnya. Semoga saja hasil suvenirnya nanti rapi, ya. 
Buat yang penasaran dengan Dani Craft ini coba deh main-main ke website mereka dan telusuri satu per satu suvenir yang teman-teman butuhkan. Ada kontak dan alamat workshop Dani Craft lengkap di websitenya. Kalau teman-teman kejauhan datang ke workshop mereka, bisa pesan lewat online juga, kok. 

Sekian informasi dari saya. Semoga bermanfaat. Saya akan update kembali postingan ini apabila saya sudah menerima pesanan saya, ya. Nanti saya review kembali bagaimana hasilnya. Good luck!


Salam,

🐳🐳🐳

Berburu Vendor Suvenir Nikah di Jogjakarta #MenujuNikah2017

Berburu Vendor Prewedding Indoor di Jogjakarta #MenujuNikah2017

Halo, ini adalah postingan pertama saya mengenai vendor untuk persiapan #MenujuNikah2017 dan kali ini saya akan membahas soal foto prewedding. Sebenarnya bagi beberapa pasangan mungkin foto prewedding nggak menjadi hal yang krusial banget dalam persiapan menikah. Ada yang memutuskan untuk melakukan sesi foto prewedding namun ada juga yang memutuskan untuk nggak melakukan sesi foto ini. Sah-sah saja jika calon pengantin ingin melakukan sesi foto prewedding atau nggak, toh tergantung dari kesepakatan kedua belah pihak yang akan menikah.

Anyway, saya dan Mamas sebenarnya termasuk tim yang nggak butuh-butuh banget foto prewedding tapi kami berdua senang foto-foto 🙊 Dasar narsis! Oleh karena itulah kami akhirnya memutuskan untuk melakukan sesi foto prewedding dalam persiapan kami #MenujuNikah2017. Ehem, jadi rencananya foto prewedding kami nanti nggak cuma sekadar jadi pajangan pas hari H saja, tapi kami ingin teman-teman dan tamu yang datang nanti bisa menuliskan pesan-pesan dan ucapan selamat untuk kami di foto yang akan kami pajang tersebut. Sayang banget fotonya dicoret-coret, dong? Ya nggak gitu juga sih, toh nanti foto kami yang sudah ditulisi oleh para tamu bisa dijadikan kenang-kenangan dan akan kami pajang di dinding rumah kami kelak! 😄 Seru, ‘kaan?

kira-kira nanti seperti ini nih 😂 bedanya yang dicetak di kanvas ada foto kami berdua hihi (source: Google)

Balik ke topik utama. Berhubung budget saya dan Mamas terbatas, akhirnya kami membatasi pencarian vendor foto prewedding menjadi cukup foto prewedding indoor saja. Sebenarnya kalau ada budget lebih sih saya mau-mau saja foto prewedding outdoor. Kami sudah punya beberapa lokasi yang jadi keinginan kami jika berkesempatan untuk foto prewedding outdoor. Apa daya kantong berkata lain dan kami harus mengikuti si kantong 😅

Studio foto pertama yang jadi incaran saya dan Mamas adalah Senja Studio. Letaknya ada di Jalan Damai sana (dari Jakal nanti belok ke kiri lalu luruuus saja, nanti studio fotonya ada di sebelah kiri jalan). Alasan utama mengapa kami mengincar studio foto ini adalah karena waktu Mamas wisuda S2 tahun lalu dia memakai jasa studio foto ini. Harganya lumayan terjangkau dan waktu itu fotografernya cukup asyik dalam mengarahkan gaya dan nggak memburu-buru kami. Hanya saja kekurangannya studionya kecil jadi pilihan background untuk foto masih terbatas. Untuk harga paket foto prewedding outdoor hampir mirip-mirip sama studio foto besar di Jogja. Untuk paket yang indoor sendiri cukup lumayan harganya dan ada dua paket. Sama seperti kebanyakan paket foto prewedding indoor, mereka juga free costum dan juga make-up. Untuk lihat-lihat hasil foto Senja Studio silakan mampir ke Instagram mereka.

Ini contoh foto di Senja Studio waktu wisuda S2 Mamas
Ini foto bareng keluarganya masih di Senja Studio

Studio foto kedua yang saya hubungi adalah Calista Photo Studio. Saya sempat whatsapp nomor Calista yang tertera di Instagram mereka dan responsnya cukup cepat. Saya langsung dikirimi pricelist foto prewedding indoor dari Calista sekaligus benefit apa saja yang akan saya dapatkan. Ada tiga paket foto prewedding indoor yang ditawarkan Calista dan semua termasuk free make-up dan free costum. Harganya bersahabat banget dan masuk budget saya dan Mamas. Untuk hasil foto silakan dicek di Instagram Calista, ya. Oh ya, kebetulan teman SMA si Mamas sudah foto prewedding duluan di Calista dan mereka ambil paket 1 prewedding indoor. Katanya sih lumayan untuk harga segitu tapi kekurangannya adalah background nggak bisa pilih dan mas-mas fotografernya cenderung memburu-buru mereka. Mungkin tergantung fotografernya juga, tapi saya suka dandanan teman SMA si Mamas ini! Dandanannya soft dan nggak menor. Hihihi. Untuk cowok nggak didandanin sekalian, ya.

Source: dok. pribadi

Studio foto selanjutnya yang pricelist-nya saya dapatkan adalah Deluxio. Deluxio Photography ini alamatnya ada di Jalan Gayam. Sama seperti Calista, saya menanyakan pricelist prewedding melalui whatsapp dan balasan mereka cukup cepat. Harganya beda tipis dengan Calista, namun hanya ada dua paket foto prewedding indoor dan dua paket foto prewedding outdoor yang ditawarkan oleh Deluxio. Paket yang ditawarkan Deluxio untuk foto prewedding indoor juga sudah termasuk free make-up dan free costum (banyaknya kostum tergantung paket yang diambil). Untuk hasil foto mereka silakan dicek langsung di Instagram Deluxio.

Source: dok. pribad

Saya dan Mamas belum memutuskan mau pakai yang mana, sih. Lagipula sejauh ini baru vendor di atas yang kami tanyakan harganya dan fast response banget! Hari ini tanya lewat email atau whatsapp, hari ini juga dibalasnya. Bravo buat ketiganya! 👏 Saran saya jika ingin mencari vendor foto prewedding adalah pastikan budget kalian sesuai dengan paket yang ditawarkan. Jangan sampai sesi foto prewedding ini malah jadi lebih mahal daripada vendor fotografi untuk nikahan nanti (eh?) 😢 Kalau bisa sih survey dulu ke studio fotonya untuk memastikan background dan gown (maybe?) dan pastikan harga paketannya juga ya kalau belum tahu pricelist-nya.

Sekian informasi dari saya. Postingan ini saya buat dengan tujuan memberi informasi pada para calon pengantin mengenai beberapa vendor foto prewedding yang ada di Jogja. Jika ada rekomendasi vendor studio foto untuk sesi prewedding indoor di Jogjakarta silakan saja diceritakan di kolom komentar. Sharing is caring, right? 😊 Happy preparation, dear all brides-to-be!


Salam,

🐳🐳🐳

Berburu Vendor Prewedding Indoor di Jogjakarta #MenujuNikah2017

Ceritanya Lamaran…

Yes. I am a bride-to-be, now. 

Hehehe. Tepat 27 Mei lalu saya dilamar dan officially engaged to Mamas Jogja yang dulu pernah saya putusin tapi nyambung lagi kesayangan. Kita sebut saja Mamas (LHA?) 🙊

Ala-ala pasang cincin padahal pas pasang cincin beneran salah masukin coba, woy! 😂

Setelah keribetan acara lamaran kemarin, keribetan lainnya pun muncul. By the way, sebenarnya acara lamaran kemarin nggak ribet-ribet banget, sih. Hahaha. Cerita sedikit acara lamaran kemarin, si Mamas datang ke rumah beserta Mamak dan Bapak jauh-jauh dari Jogja. Saya pun mengundang keluarga besar dari Papa dan sebagian bude-bude dari Mama (just FYI ibu saya anak ke-12 dari 12 bersaudara, jadi yang kemarin datang ke acara lamaran saya cuma bude-bude yang masih pada sehat dan rumahnya nggak jauh saja). Untuk acara lamaran kemarin nggak ada persiapan yang ribet macam backdrop bunga-bunga ala zaman sekarang itu, jadi beneran sederhana banget dan hanya keluarga dekat saja yang hadir. Malah foto-fotonya cuma pakai kamera iPhone saja 😅 Untuk kostum saya sama Mamas cuma janjian mau pakai baju kembar yang waktu itu kami pakai waktu Mamas wisuda S2. Oh ya, untuk konsumsi kemarin pas lamaran kami masak sendiri. Mama saya minta bantuan para bude yang jago masak untuk urus konsumsi. Sementara untuk kue-kue dan oleh-oleh buat si Mamas bawa balik lagi ke Jogja pun kebetulan tante-tante saya berbaik hati datang membawa kue. Untuk acara lamaran sebenarnya tergantung adat istiadat dan juga kesepakatan kedua belah pihak. Kalau si Mamas sendiri di daerah asalnya lamaran berarti sekaligus tunangan  biar hemat ongkos juga ya jauh Jogja-Bekasi 😛 Untuk cincin tunangannya sendiri kemarin Mamas yang beli di Jogja. Jadi, cerita awalnya kami nggak mau pakai tukar cincin karena duit buat beli cincin belum kekumpul tapi rupanya si Mamas dikasih rezeki kerjaan. 😂 Puji Tuhan deh ya, akhirnya langsung lah dia ke toko emas dan beli cincin sebelum harga emas naik lagi hahaha. Padahal dia gambling banget sama ukuran jari saya. Untungnya sih muat meskipun agak kebesaran sedikit 🙈

Anyway, setelah obrolan sana-sini waktu lamaran kemarin maka ditetapkanlah bahwa saya dan Mamas akan menikah di tahun ini juga. Yeay! Jadi kawiiiiin 🙈 #MenujuNikah2017. Untuk kapannya sih masih rahasia saja ya biar surprise. Sementara untuk nikahnya kami sepakat mengadakan pemberkatan nikah di Jakarta. Rincian acaranya dan review vendor akan saya bocorkan seiring berjalannya waktu, ya! Sudah mulai nyicil nyari vendor dan nanyain pricelist, nih nanya doang HAHAHAHA

Cincin hasil kerja keras si Mamas nerjemahin seminggu dan saya pun dicuekin seminggu juga! :’)

Intinya sih sebisa mungkin semua hal mau saya dan Mamas sendiri yang handle dan siapkan supaya nggak ngerepotin banyak pihak. Oh ya, saya juga terbuka lho semisal ada teman-teman yang berbaik hati mau merekomendasikan atau memberikan pricelist vendor untuk pernikahan dengan harga yang bersahabat  😊 nanti gantian saya yang akan memberikan pricelist vendor yang sudah saya tanya-tanya hahahaha 

Akhir kata, mohon doanya ya supaya persiapan saya dan Mamas lancar sampai hari H. Dan semoga teman-teman yang sedang mempersiapkan pernikahan atau lamaran pun diberikan kemudahan dalam setiap acaranya. Jangan lupa banyak-banyak berdoa dan berserah pada Yang Maha Kuasa. Tetap semangat ya para bridezilla! Semua pasti nikah pada waktunya!!! Happy preparation!
Salam,

🐳🐳🐳

Ceritanya Lamaran…