Bali, Kuingin Kembali (Review Penginapan & Rental Motor)

Postingan pertama di bulan Juni diawali dengan cerita saya waktu honeymoon ke Bali Desember 2017 lalu. Basi banget, ya? Hahaha. Biarin, deh, siapa tahu postingan ini berguna bagi teman-teman sekalian yang mau cari penginapan atau rental motor di Bali.

Rencana untuk plesiran ke Bali setelah menikah sebenarnya sudah mulai digaungkan sejak kami selesai lamaran. Kenapa memilih Bali? Karena saya dan Mas belum pernah menginjakkan kaki kami di Pulau Dewata. Ada beberapa opsi lain sih untuk honeymoon seperti Karimunjawa dan Malang, tapi harga tiket ke sana nggak jauh beda dengan harga tiket pesawat ke Bali. Berhubung si Mas juga belum pernah naik pesawat, ya sudah kami putuskan untuk pergi ke Bali saja.

Sejujurnya saya jauh lebih excited mempersiapkan segala macam hal untuk honeymoon ke Bali dibanding mempersiapkan perintilan buat menikah. Haha. Maklum saja, jalan-jalan ke Bali jadi momen di mana saya dan Mas pada akhirnya bisa bebas berduaan jalan ke tempat yang jauh tanpa harus takut digerebek atau dimarahi orang tua karena status kami yang sudah SAH. Saya mulai hunting tiket pesawat sejak bulan Juni-Juli 2017. Kenapa saya yang ngurusin? Karena si Mas maunya terima jadi doang, dan saya senang-senang saja ngurusin beginian dasar cewek! Selain tiket pesawat, saya juga booking penginapan dari jauh-jauh hari. Seperti biasa, saya booking segala hal yang berhubungan dengan tiket melalui aplikasi Traveloka. Bookingnya gampang, prosesnya cepat dan pembayarannya pun nggak sulit. Thanks Traveloka!

Untuk pesawat pergi saya dan Mas naik Citilink dari bandara Halim Perdanakusuma. Kami berangkat dua hari setelah menikah alias tanggal 3 Desember 2017 di pagi hari. Kami berencana stay di Bali selama 4 hari yang berarti kembali ke Jakarta tanggal 7 Desember 2017. Sementara untuk tiket pulang kami naik Air Asia dan turun di bandara Soekarno Hatta. Lumayan ‘kan, si Mas jadi bisa cobain naik kedua maskapai tersebut.

Selama di Bali, kami memutuskan untuk menginap di Deva Bali Apartment yang berada di Jalan Baliku 2 Kav 8 Banjar Semer, Kerobokan, Kuta Utara. Penginapan juga saya booking melalui Traveloka. Deva Bali ini rekomendasi teman kami yang kebetulan beberapa bulan sebelumnya honeymoon ke Bali juga. Harganya murah dan fasilitasnya cukup oke meski nggak semewah penginapan bintang 4 atau bintang 5 yang ada jacuzzi dan private mini pool gitu, tapi nggak masalah juga buat kami asal masih sesuai budget. Kalau dibilang honeymoon, saya dan Mas juga nggak honeymoon banget. Boleh dibilang kami malah macam backpackeran gitu. Dan memang benar kami liburan bawa tas ransel, bukan koper. Lagipula tujuan kami ke sana juga bukan macam orang-orang yang benar-benar romantic vacation gitu ‘kan. Wong kami ngasal banget di sana. Asal bisa tidur, makan, ada kendaraan, cukup lah buat kami mengeksplor pulau Dewata. Itu saja sudah bikin kami senang honeymoon macam apa itu.

Ah, selama di Bali saya dan Mas memutuskan untuk sewa motor sebagai kendaraan kami di sana. Kami menyewa motor satu jam sebelum berangkat ke Bali! Hahaha. Jadi waktu nunggu di Halim si Mas googling tempat sewa motor di Bali dan bertemulah kami dengan AGP Rental Motor.

AGP Rental Motor menawarkan dua jenis motor, yakni Scoopy seharga Rp 70.000 per hari dan Vario seharga Rp 50.000 per hari pada kami. Akhirnya saya dan Mas memilih Vario. Motornya bisa langsung diantar ke bandara, lho. Jadi begitu landing, kami janjian ketemu dengan mas-mas rental di gazebo dekat parkiran motor bandara. Kami langsung membayar biaya sewa untuk 4 hari, dikasih kunci, dan voilaa… motor sudah bisa kami bawa. Gampang banget, ‘kan. Di motor disediakan helm 2 buah, jas hujan 2 pasang (kalau untuk jas hujan kondisinya seadanya ya, seenggaknya masih bisa dipakai), fotokopi STNK juga ada di dalam bagasi motor. Mas-mas rental juga bilang kalau motornya bermasalah, cukup hubungi dia, nanti dia akan samperin kami. Kebetulan motor yang kami dapatkan sudah agak tua gitu sih, tapi kerennya motor itu kuat kami bawa menanjak ke Kintamani. Hahaha. Puji Tuhan selama 4 hari motornya nggak bermasalah dan oke-oke saja, tuh.

Buat teman-teman yang mau sewa motor di Bali, silakan kontak saja AGP Rental Motor. Motornya bisa diantar, kok. Cukup whatsapp mas-masnya, kirim data diri seperti tiket pp, KTP, alamat hotel, nanti motornya diantar deh ke tempat janjian. Biasanya sih di bandara. Oh ya, untuk harga mungkin harga sewa motor tahun 2018 sudah berubah ya, gengs. Lanjut. Setelah dapat motor, saya dan Mas menuju penginapan dengan bantuan Google Maps.

Sebelum ke penginapan, saya sudah telepon Deva Bali untuk memastikan kalau kami sudah bisa check in. Pas ditelepon resepsionisnya bilang kalau kamar atas pesanan saya sudah siap dan bisa langsung masuk. Seneng banget ‘kan.

Ini penginapan kami. Source: Traveloka.

Kami memutuskan untuk menginap selama 4 malam di Deva Bali. Waktu itu habis sekitar Rp 700 ribuan. Saya lupa angka tepatnya tapi nggak sampai Rp 800 ribu. Dengan harga segitu kami sudah dapat sarapan (beda-beda tiap hari, gengs), free wifi, air minum dan surprisingly di Deva Bali ada mini kitchennya gitu tiap kamar. Bener-bener persis apartemen sih yang seukuran studio. Oh ya, waktu booking via Traveloka saya meminta non smoking room, 1 large bed dan memo “this is for honeymoon trip, so please let us get a nice view room” dan beneran lho kami dikasih kamar di lantai 3 dan kamarnya … dihias! HAHAHAHAHA. Saya dan Mas kaget waktu masuk kamar karena melihat kamar kami dihias pakai kelopak-kelopak bunga gitu, sudah gitu ada angsa-angsaan dari handuk juga. OH MY! Lucu saja sih, soalnya kami ‘kan nggak berekspektasi apa-apa, eh taunya oke juga servisnya. Thanks Deva Bali, thanks Traveloka.

Simple sih, tapi cute banget ‘kan dihias segala. Source: Dokumen Pribadi.
Source: Dokumen Pribadi.
Muka kucel baru sampai penginapan. Source: Dokumen Pribadi
Kamar kami kurang lebih seperti ini juga. Source: Traveloka.
Ada mini kitchen dan kulkas juga. Source: Traveloka.
Ini dapur kami. Source: Dokumen Pribadi.

Selama di Bali, sejujurnya saya dan Mas cuma pergi ke tempat-tempat yang mainstream macam Pantai Seminyak, GWK, Tanah Lot, Kintamani, sempat turun juga ke Danau Batur, dan Ubud. Untuk makan kami nggak kesulitan karena memang kami berdua juga suka makan babi, jadi merasa seperti berada di surga babi. Hahaha. Di mana-mana ada babi. Saking menggilanya kami makan babi di Bali, pulang-pulang si Mas langsung nggak mau makan babi lagi saking bosannya makan babi di Bali. Kami berdua juga cobain ke Gusto Gelato yang katanya punya gelato enak. Kami juga icip-icip pork ribsnya Naughty Nuri’s sambil ketemuan dengan teman lama saya yang tinggal di Bali.

Pengalaman 4 hari di Bali lumayan seru, sih. Saya senang banget lihat pura dan atmosfer Bali yang kesannya damai. Selain itu bisa cuci mata juga lihat bule-bule berseliweran kemudian ditabok Mas Suami. Pokoknya pengalaman honeymoon ke Bali kemarin seru. Rasanya saya mau stay di sana selama mungkin supaya bisa mengeksplor bagian lain Bali yang belum sempat saya kunjungi.

Sekian cerita dan review singkat dari saya mengenai penginapan serta rental motor selama honeymoon di Bali tahun 2017 lalu. Semoga bermanfaat buat teman-teman yang mau jalan-jalan ke Bali, ya!

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s