Kerja di Rumah? Kenapa Nggak?!

picsart_04-30-071581813598.jpg
Foto: Dokumen Pribadi

Setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari salah satu perusahaan penerbitan di Jakarta pada akhir Februari lalu, saya pun pindah ke Jogja ikut Mas Suami. Kemudian kebanyakan orang yang mengetahui hal ini pasti akan bertanya, “Di Jogja kerja apa sekarang?”

Saya penggangguran sekarang.

.

.

.

.

.

.

πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ

Itu jawaban awal yang saya pikirkan kalau menjawab pertanyaan orang-orang mengenai pekerjaan saya di Jogja saat ini. Walau sebenarnya saya nggak nganggur-nganggur amat, sih. Toh di kontrakan saya tetap bangun pagi, masak, nyuci baju, nyuci piring, bobo siang, nyapu, ngepel, endebra-endebre mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya. Jadi, saya bukan pengangguran juga, sih minta dilempar sendal.

Anyway, terlepas dari pekerjaan rumah tangga yang memang sudah menjadi tugas utama saya, saat ini saya juga menyandang status sebagai freelancer. Kalau dengar kata ‘freelancer’ pasti kepikiran kalau kerjaannya santai, asique, bebas, pokoknya kekinian banget, ‘kan? πŸ˜‰

Kerja sambil ngemil atau ngemil sambil kerja

Dulu waktu masih jadi editor saya yang ke sana-kemari mencari freelance translator, sekarang gantian saya yang ngelamar kerja ke sana-kemari as a freelance translator and editor. Sebenarnya saya mau-mau saja sih balik kerja di kantor seperti dulu, tapi apa daya belum ada kantor baru yang berjodoh dengan saya di kota gudeg ini. Makanya saya pun memutuskan untuk kerja di rumah saja sebagai freelancer. Untungnya nih saya punya sohib yang kerja sama bareng biro penerjemah gitu, jadi sudah dua bulan ini saya dapat proyek terjemahan dari dia.

Kerja di rumah ternyata asyik juga, gengs! Saya pribadi menikmati masa-masa bekerja di rumah, lho. Meski sama saja dikejar deadline, tapi jadi freelancer lebih fleksibel soal jam kerja. πŸ˜‚ Misalnya, dulu di kantor lama saya masuk kerja jam 07.30 dan pulang kerja jam 16.30. Istirahat sejam antara pukul 12.00 sampai 13.00. Jam kerja lebih strict. Sementara kalau kerja di rumah sebagai freelancer, ada 20 halaman terjemahan dan deadlinenya 2 hari lagi, ya sudah suka-suka saya mau mulai ngerjain kapan dan jam berapa saja. Saya masih bisa masak dulu, nyuci baju dulu, bobo siang dulu, baru ngerjain terjemahan sorenya sah-sah saja nggak ada bos yang marahin. Paling kalau telat ngumpulin melewati deadline risikonya ya nggak dapat uang dan nggak dipercaya lagi buat proyek terjemahan selanjutnya. πŸ˜‚

Jadi freelancer juga nggak monoton kerja di dalam rumah terus, kok. Saya kalau bosen nerjemahin di rumah biasanya akan langsung packing laptop dan peralatan lainnya terus cabut naik motor ke tempat nongkrong ber-AC yang punya fasilitas free wifi. Di sana biasanya saya pesan minuman ringan dan snack ringan sebagai teman kerja. Sementara kalau kerja di kantor, dulu saya masih bisa ngemil sih, tapi ‘kan nggak bisa ngerjain editan komik di cafe atau resto gitu. Kalau di kantor ya ngerjain editan di dalam cubicle, boleh lah sesekali ngobrol sama mbak-mbak samping kiri-kanan-depan cubicle, tapi nggak boleh ngobrol seharian, ‘kan?

img_20180430_1942371114207036.jpg
Mas Suami lagi asyik nerjemahin juga

Dari sisi pendapatan, sebenarnya freelancer juga cukup menjanjikan, kok. Meski pemasukan setiap bulan belum pasti ada, paling nggak rekening nggak kosong, lah. Trickynya jadi freelancer adalah di bagian manajemen keuangan saja, sih. Karena pendapatan yang masuk nggak rutin, makanya harus pandai mengelola keuangan.

Anyway, untuk saat ini saya senang kerja di rumah. Walau kadang kangen juga pengen kerja di kantor, so far so good lah. Saya masih bisa ngurus Mamas suami di rumah, tapi juga tetap bisa menghasilkan uang jajan sendiri plus bantu orang tua di kota sana. Lumayan banget ‘kan daripada lumanyun. πŸ™ˆ

So, being a freelancer is fun. Kerja di rumah? Kenapa nggak?!

Cheers!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s