Pengalaman Pertama Belanja Online di JD.id

Setelah lama nggak nulis akhirnya saya kembali lagi! merasa bersalah Hahaha. Kali ini saya akan berbagi sedikit cerita mengenai pengalaman pertama saya berbelanja di salah satu situs e-commerce yakni JD.id

Mungkin para pembaca sekalian sudah nggak heran lagi dengan e-commerce semacam ini karena zaman sekarang semua bisa dibeli via online. Beli baju bisa, beli TV bisa,  beli handphone bisa, bahkan beli pampers anak bisa lewat online! Gimana nggak dimanjakan dengan beragam e-commerce yang tersedia? Kita tinggal log in sebentar ke situsnya, lihat-lihat barangnya, klik add to cart (biasanya), bayar (via mobile banking atau transfer atau bahkan COD!), duduk manis menunggu barang sampai. It’s so easy! Makanya belanja online juga menjadi andalan saya saat ini.

Singkat cerita minggu lalu papa saya pergi ke Padang untuk reunian dengan teman-teman SMA-nya. Nah, pulang dari Padang si papa bawa oleh-oleh banyak sekali. Ada kripik sanjay, rendang telur, dan beberapa snack yang katanya oleh-oleh khas Padang sana, deh. Nggak cuma bawa oleh-oleh, si papa juga bawa pulang handphone rusak. Lha? Jadi rupanya si Bla*kberry milik papa yang sudah menemani sekitar 6 atau 7 tahun itu sempat terkena air hujan. Sebenarnya memang dia sudah menunjukkan tanda-tanda kelelahan sih sejak dua bulan lalu. Dan sejak dua bulan lalu juga saya berencana membelikan beliau handphone baru namun belum kesampaian karena saya sibuk menabung untuk nikah 😂 Dan karena nggak jadi nikah akhirnya baru sekarang kesampaian.

Papa saya bukan orang yang gadget freak. Dulu beliau malah ngajarin saya “punya handphone tuh yang penting asal bisa nelepon dan SMS karena itu memang fungsi utamanya”. Well, okay. Nggak salah memang, tapi zaman semakin berkembang dan tentunya kebutuhan akan smartphone makin bertambah. Hahaha. Apa, sih? Ya sudah intinya akhirnya saya menjatuhkan pilihan untuk membelikan beliau satu buah unit smartphone ASUS Zenfone Go ZB450KL. Dilihat dari specs-nya sih handphone ini sudah mendukung jaringan 4G. Ditambah lagi harganya itu lho sangat terjangkau buat saya yang kere ini HAHAHA. Nggak apa-apa deh kere asal sayang Papa. Eaa…

Back to the topic. Awalnya saya ragu sih belanja barang elektronik via online. Jujur saja ini pertama kalinya saya belanja barang elektronik via online. Biasanya saya belanja online hanya untuk kosmetika dan pakaian, itu pun belanjanya di e-commerce sebelah. Kenapa saya menjatuhkan pilihan pada JD.id? Awalnya saya tahu JD.id dari salah seorang rekan saya di kantor. Kebetulan beberapa bulan lalu dia baru beli smartphone juga di situs ini. Dia pun merekomendasikan pada saya situs e-commerce asal Tiongkok ini karena harganya yang kompetitif. Sebelum meluncur ke situs JD.id saya juga sudah survey dan membandingkan harga handphone incaran saya itu dengan e-commerce tempat saya biasa belanja. Eaa.. Kalau di e-commerce tempat saya biasa belanja sih patut diacungi jempol ya karena selain transaksinya mudah, barangnya juga cepat sampai kata siapa Bekasi itu ada di luar bumi HAH? Saya pun berkeyakinan JD.id nggak beda jauh sama e-commerce lainnya. 

Saya memesan handphone hari Kamis siang tanggal 24 November 2016, melakukan pembayaran via transfer bank pada Jumat pagi tanggal 25 November dan barang tiba di rumah saya (Bekasi bok!) pada hari Selasa siang tanggal 29 November 2016. Cukup cepat? Yah, lumayan meskipun awalnya saya berharap hari Senin barangnya sudah sampai di tangan saya. Tapi not so bad juga karena barang sudah ada di tangan saya dalam waktu nggak lebih dari seminggu. Sempat deg-degan juga sih karena ini pertama kalinya beli handphone via e-commerce dan sebelumnya banyak berita kurang enak beredar kalau barang pesanan kadang nggak sesuai dengan specs atau malah pesanannya berubah jadi kotak sabun (?) If you know that story muahahaha. 

Oh iya, belanja di JD.id caranya hampir sama seperti belanja di e-commerce sebelah, kok. Tinggal masuk ke website JD.id, pilih-pilih barang, add to cart seperti biasa, belanjaan kita ditotal secara otomatis, pilih metode pembayaran dan e-mail konfirmasi pun dikirimkan. Hanya saja saya kurang sreg dengan sistem konfirmasi pembayaran mereka yang melalui e-mail. Biasanya sepengalaman saya belanja online di e-commerce sebelah, saat melakukan pembayaran saya nggak perlu lagi mengirim bukti pembayaran ke pihak e-commerce karena biasanya saya tinggal input nomor order di atm dan status pesanan saya otomatis berganti. Sementara kemarin saat berbelanja di JD.id, saya harus mengirimkan bukti transfer ke e-mail mereka di cs@jd.id terlebih dahulu dan setelah mereka menjawab e-mail saya barulah status pesanan saya berubah. Agak ribet dan nggak simple menurut saya karena harus menunggu jawaban e-mail mereka, tapi saya kurang tahu apakah untuk sistem pembayaran yang lain alurnya sama seperti itu atau nggak.

ada charger tapi nggak ada headset ya?

By the way, barang pesanan saya datang dengan kardus berisikan semacam plastik bergelembung (?) Not bubblewrap actually, tapi isi di dalamnya masih dalam kondisi baik, sih. Dan diantar menggunakan jasa pengiriman J-Express. Saya belum pernah dengar jasa pengiriman ini sebelumnya, sih. Namun cara tracking barang pesanan kita juga mudah. Cukup masuk ke website mereka dan masukkan nomor order pesanan kita.

Nah, sekian sharing saya mengenai belanja online pertama kalinya di situs JD.id 😄 Semoga informasi ini bermanfaat, ya..

Iklan
Pengalaman Pertama Belanja Online di JD.id

2 pemikiran pada “Pengalaman Pertama Belanja Online di JD.id

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s