Ada Cinta Dalam Kotak Bekalku 

Ada cinta dalam kotak bekalku pagi ini. Bekal sederhana namun terasa istimewa kala yang tercinta membuatkannya. Kupanggil dia ‘bapak’, lelaki pertama yang membuatku merasa aman dan percaya bahwa masih ada laki-laki baik di muka bumi ini.

Bapakku sudah pensiun. Usianya memang baru setengah abad lebih sedikit, namun karena beliau seorang pegawai swasta biasa alhasil beliau harus pensiun di usianya. Sudah dua tahun masa pensiun beliau lalui, namun bukan berarti beliau sibuk ongkang-ongkang kaki di rumah. Jenuh katanya, beliau pun memutuskan untuk kembali cari ‘kesibukan’.

Pagi hari tadi aku bangun seperti biasa. Jam setengah lima kurang sepuluh menit. Seperti biasa pula di dapur sudah terdengar suara pisau beradu, kompor menyala dan nasi yang mulai dipanaskan. Kulihat di dapur ada bapak di sana. Dia yang menyiapkan bekalku hari ini rupanya. 

Ibuku hanya ibu rumah tangga biasa. Sejak dulu beliau lah yang menjaga aku dan adik-adikku di rumah, mengajar kami, menemani kami membuat PR dan lain-lainnya. Pagi tadi ibuku masih terlelap di kamar. Beliau sakit. Kata bapakku beliau tidak bisa tidur semalaman karena alerginya kumat. Akhirnya pagi tadi bapak lah yang menggantikan tugas ibu untuk menyiapkan bekal bagiku.

Bekalnya sederhana. Kornet dan nasi putih. Dimasukkan dalam kotak bekal berwarna merah muda yang selalu kubawa-bawa. Dibungkus rapi dalam plastik dan dimasukkan dalam tas yang biasa kubawa untuk bekerja. 

Kotak bekalku mungkin sederhana. Namun pagi ini kusadari ada beragam cinta yang tertata, bukan sekadar kornet dan nasi semata tapi juga untaian harapan serta doa. Doa agar aku bisa melewati hariku dengan kuat dan lebih tegar dari sebelumnya. Doa agar pekerjaanku bisa membawa berkat bagi keluarga dan orang lain. Doa agar aku bisa terus berkarya walau susah payah.

Ah, mataku mulai berkaca-kaca jika mengingat bekal yang tiap hari disiapkan bapak ibuku. Ada cinta dalam kotak bekalku…

Iklan
Ada Cinta Dalam Kotak Bekalku 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s