Berkreasi Dengan Bunga Kering

Kali ini saya mau sedikit pamer *eh. Bukan pamer harta benda, sih, soalnya saya mah apa atuh nggak punya apa-apa 😦 Saya mau pamerin hasil karya saya. Hihihi. Meskipun mungkin nggak sebagus hasil karya seniman papan atas, tapi dengan bangga saya persembahkan hasil karya saya…

Jreng Jreng! *drum roll*

hasil prakarya dari bunga kering

Nah, kebetulan dua hari ini saya cuti kerja. Dan karena bosen dari kemarin ngerjain editan komik terus (fyi, meskipun cuti kerjaan teteup dibawa bo’) akhirnya tadi siang saya putuskan untuk ‘merangkai’ bunga yang sudah dari bulan lalu saya keringkan.

Masih ingat cerita saya soal kedatangan buket bunga dari Mamas? Nah, daripada bunga dari Mamas mubazir teronggok di tempat sampah layu begitu saja, akhirnya bunganya saya keringkan. Sembari menunggu bunga kering, saya kepikiran untuk membuat sesuatu dari bunga-bunga kering tersebut yang pastinya bisa disimpan dalam jangka waktu lama. Ciyee…

Tadi siang waktu jemput adik saya pulang sekolah, saya dan adik mampir ke toko buku. Dia mau beli sampul plastik dan mata saya jelalatan ngeliatin pigura kecil ukuran postcard seharga sepuluh ribu Rupiah. Entah kesambet setan apa dipikiran saya pun terbersit untuk menempelkan bunga kering dari Mamas pada pigura. Berbekal uang tiga puluh ribu di dompet saya pun beli tiga buah pigura warna-warni untuk wadah eksperimen saya, deh. 

Sampai di rumah saya sempat bingung, mau ditempelin seperti apa si bunga kering tadi pada pigura yang sudah saya beli. Kalau cuma ditempel biasa rasane kok ndak nyeni *hasyah*. Akhirnya setelah corat-coret sana-sini saya putuskan untuk ‘sedikit’ menggambar dan menggunting-gunting kelopak bunga kering dari Mamas. 

Untuk pigura pertama, saya isi dengan setangkai mawar (yang dulunya) berwarna merah. Nah, mawar ini satu-satunya yang tetap cantik bentuknya selama proses pengeringan. Hahaha. Saya mengeringkan si tangkai mawar dengan cara menjepitnya di antara buku-buku berat sampai dia kering sendiri begitu. Sebenarnya ada dua cara yang saya gunakan untuk mengeringkan buket bunga dari Mamas waktu itu. Cara pertama dengan menjepit bunga di antara buku-buku berat sampai kering dan cara kedua dengan menggantung bunga-bunga sampai kering sendiri juga. Cara mengeringkan bunga dengan menjepitnya di antara buku-buku berat rupanya cukup ampuh membuat bentuk bunga tetap bagus. 

Saya suka banget sama piguranya!

Pigura kedua saya isi bukan dengan mawar, dan sampai sekarang saya nggak tahu ini bunga apa. Hahaha. Karena sok nyeni akhirnya saya iseng gambar cewek dan cowok yang merepresentasikan saya dan Mamas. Kata Mamas sih kayak snowman. Hihihi. Sedikit hiasan saya gunting kelopak bunga mawar (yang dulunya warna pink dan merah) jadi matahari dan balon. Lumayan lah gambarnya meskipun mungkin kayak gambar anak TK baru belajar gambar…… Ngg….

Pas gendutnya *eh

Untuk pigura terakhir saya sempat bingung. Mawar yang bentukannya oke sudah nggak ada, sisa kelopak semua. Sedangkan mau ngegambar lagi saya takut diketawain karena gambar saya kurang oke. Akhirnya saya bentuk love saja deh kelopak-kelopak mawar yang ada dan saya pun nulis ‘thank you’ di bagian bawahnya dengan tujuan memang sebagai ucapan terima kasih untuk Mamas 🙂

Mungkin agak absurd, tapi not bad lah hihi

Akhir kata sekian pamer dari saya. Hihihi. Senang sih akhirnya buket bunga dari Mamas nggak sia-sia terbuang layu percuma *halah. Dan waktu saya pamerin ke Mamas dia bilang “Disimpen, ya. Nanti kita pajang di rumah kita.” Eaaa… Rumah kita… Hahahaha langsung klepek-klepek deh saya *ups*.

Iklan
Berkreasi Dengan Bunga Kering

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s