Petugas Transjakarta Juga Manusia

Sesuai judul postingan kali ini, saya akan membeberkan kejadian nyata *cieilah* yang terjadi akhir-akhir ini sepanjang pengalaman saya menggunakan moda transportasi Transjakarta.
Petugas Transjakarta juga manusia. 

Iya, mereka sama kok kayak kita. Sama-sama hanya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Sama-sama susah kayak kita yang tiap hari berusaha menerobos padatnya jalanan. Sama-sama punya keterbatasan karena yang tidak terbatas itu hanyalah Tuhan. Dan kemarin pagi diawali dengan saya melihat sendiri seorang bapak dan seorang ibu yang memarahi sang petugas Transjakarta yang saya bilang tadi ‘sama kok kayak kita’.

Duh, apa yang terjadi? Sejujurnya saya juga kurang paham mengapa kemarin pagi begitu tiba di shelter saya langsung disuguhkan adegan seorang bapak dengan nada keras memarahi sang petugas, tak lama kemudian seorang ibu lain keluar dari dalam bus dan menghampiri meja-yang menurut penglihatan saya sih semacam meja tempat briefing atau meja pertemuan antara penanggung jawab lapangan dengan para sopir dan kondekturnya Transjakarta-lalu marah-marah gitu, deh. Saya sih cuma bisa liatin doang secara waktu saya tanya mbak di sebelah saya ada apa, eh saya malah dikacangin. ‘Kan KZL! 

Bus yang mengangkut si bapak dan ibu marah tadi pun berlalu dari hadapan saya digantikan bus lain. Saya masih kepikiran si petugas Transjakarta yang kena semprot di pagi buta tersebut. Apa sih sebenarnya kesalahan dia sampai harus diteriaki segala dan terdengar seantero shelter? Kenapa sih sampai segitunya petugas dimarahi, memangnya nggak bisa disampaikan secara baik, ya? Oh ya, jangan menganggap saya pro sama abang Transjakarta, ya. Saya nggak cinlok kok sama abang-abang petugasnya. Cinlok sama kamu boleh lah.

Saya jadi mikir sendiri, dulu saat saya masih kerja di ritel *tsaah, CLBK* saya sering sekali dengar komplain dari para customer entah itu komplain acara yang sedang berlangsung di toko, entah itu mengenai baju yang mereka beli, bahkan hingga raut wajah kami yang harus terlihat ramah pun bisa jadi sumber komplain para  customer tersebut. Usut punya usut sih karena kebanyakan dari para customer ‘kan merasa telah mengeluarkan uang untuk “menggaji” kami yang bekerja dalam bidang jasa tersebut. Jadi ya mereka kadang bertindak “sewajarnya” karena masih berpikir “toh, elu bisa makan dari duit yang gue keluarkan”.

Mungkin begitu. Atau kalau bukan begitu mungkin itu hanya kesotoyan saya saja.

Balik lagi ke petugas Transjakarta kemarin pagi. Kemungkinan besar dia dikomplain karena:

  1. Belum bisa memuaskan keinginan si bapak dan ibu yang marah tadi sebagai customernya.
  2. Dia kurang senyum atau bapak ibu tadi memang baperan.
  3. Mungkin si bapak sama ibu memang ingin tenar di pagi buta.
  4. Sang petugas sibuk melayani orang lain hingga mengabaikan salah dua penumpang yang ada hingga si bapak dan ibu merasa dicuekin
  5. Dan kemungkinan lain yang bisa Anda jabarkan sendiri
  6. ….
  7. ….
  8. ….

Petugas juga manusia. Bukankah lebih etis jika kita menahan emosi dan amarah apabila mereka berbuat salah. Toh, mereka juga tidak sempurna, hanya berusaha menjalankan tugas yang diberikan sembari mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan. Yang waras ngalah…

Mungkin jika saya dan Anda sekalian merasa jengkel atau jengah pada pelayanan mereka-bukan cuma pelayanan para petugas Transjakarta saja, bisa jadi para pekerja di bidang jasa-kita ‘kan bisa memberikan saran dan masukan yang membangun tanpa harus tarik-tarikan urat (?)

Ah, sudahlah. Saya kebanyakan ngoceh. Nanti dikira saya pengen banget dibribikin sama petugas TJ (lha?). Selamat menikmati weekend semua!

Iklan
Petugas Transjakarta Juga Manusia

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s