Sunday Talk: Over Protective or Envy?

Halo! Gimana weekend kalian? Besok sudah hari Senin lagi, yah… Yang kerja sibuk kerja lagi *sigh*, yang sekolah pergi ke sekolah lagi, yang kuliah sibuk ke kampus lagi dan yang jomblo tetap jomblo *eh* #NoOffense #MaapGalau

Anyway, Sunday Talk hari ini mau ngomongin soal over protective VS envy. Sebenarnya ini dalam ruang lingkup percintaan, sih… Makanya yang jomblo dilarang baca ntar malah baper kan repot! Hihihi. Nggak kok, mau yang jomblo, mau yang pacaran atau yang ngaku nggak jomblo juga boleh baca. Toh saya juga hanya sekedar cuhat colongan sharing saja!

Ceritanya nih tadi teman saya, sebut saja M, ditinggal pergi sama cowoknya. Fyi, M dan cowoknya adalah penganut LDR alias PJJ alias punya pacar tapi jauhan. Nah, si M tadi dikabarin sama cowoknya katanya si cowok mau pergi sama teman-teman kantor. Hangout. Sebenarnya sih dalam lubuk hati terdalam M, dia kurang suka kalau pacarnya pergi bareng sama teman-temannya. Bukan kurang suka, sih… Mungkin lebih tepatnya “iri” soalnya teman-teman K, nama pacar M, bisa ketemuan dan jalan bareng si K sedangkan M nggak bisa begitu karena LDR. Jreeng! Singkat kata, si M jadi nanyain kabar si K melulu nih. Tiap 30 menit dia chat si K nanyain sekedar “Udah sampai, yang?”, “Siapa aja yang datang, yang?”, “Kamu makan apa di sana, yang?” dan serentetan pertanyaan lain. Kadang si K cepat balas, kadang juga baru dibalas 30 menit atau bahkan 1 jam kemudian. Si M pun otomatis kesal tingkat dewa, tapi dia berada dalam posisi serba salah… Takutnya kalau dia marah nanti dibilang over protective, padahal sebenarnya sih dia cuma iri hati karena dia nggak bisa menghabiskan waktu berdua bersama K dan K malah sibuk sendiri sama teman-temannya.

Nah, kalian pernah mengalami kejadian yang hampir mirip dengan kasus M dan K? Kalau saya pribadi sih jujur aja sering! Dulu awalnya kalau yang saya dengar dari cerita M, si K itu sempat nggak suka kalau M melarang-larang K untuk jalan bareng sama teman-temannya. Jadi istilah kata nih, si K pergi nonton bareng teman-teman aja si M marah-marah ngelarang. Si K pun risih karena merasa M terlalu over protective. Padahal kadang bukan begitu maksud M. Si M pernah menjelaskan pada saya kalau dia itu melarang pacarnya pergi sama teman-temannya karena dia sebenarnya iri. Kok iri? Jelas iri lah, bayangin aja teman-teman si K sudah setiap hari ketemu K di kantor, masih bisa jalan bareng pula sekedar kongkow atau hangout, terus M cuma bisa ketemuan sama K setahun paling banyak dua kali sekali itupun cuma tiga atau empat hari. Tentunya M merasa “Ngapain sih si K pergi sama teman-temannya, bukannya chat atau teleponan sama aku malah hangout bareng temannya. Kan mereka udah sering ketemu di kantor!”. Begitu kira-kira dalam hati M.

Anyway, sebenarnya menurut saya sih terkadang protective itu perlu dalam sebuah hubungan. Protective ‘kan maksudnya kita juga menjaga si pasangan supaya nggak kenapa-kenapa dan biar hubungan kita tetap aman (?). Protective berlebihan itu yang nggak baik. Jangan sampai hubungan kita hancur, rusak dan berakhir begitu saja karena dikit-dikit kita curigaan, dikit-dikit kita cemburuan, dikit-dikit kita ngelarang pasangan untuk melakukan ini itu dan dikit-dikit lainnya… Contoh kasus si M misalnya, kalau dia terlalu berlebihan “menjaga” si K akan berdampak nggak baik bagi kehidupan sosial K, bukan? Si K juga butuh sosialisasi, butuh refreshing, butuh interaksi juga dengan orang lain. Hidup K seharusnya nggak melulu soal M dan sebaliknya. Itu baru gaya pacaran yang sehat. Saya nggak munafik, saya sendiri pernah merasakan “terlalu mengekang” kekasih dambaan hati saya dulu. Itu semua terjadi awalnya ya karena kami jauhan, perasaan insecure datang dan begitulah… Di satu titik akhirnya saya belajar over protective itu nggak baik. Pasanganmu juga butuh teman-temannya, dia juga butuh hangout sama sahabat-sahabat baiknya, dia juga butuh sosialisasi dengan orang lain, dia juga butuh waktu untuk hobi dan dirinya sendiri.

Nah, balik lagi ke soal envy. Kalau menurut saya sih sesekali merasa envy pada teman-teman pasangan tak masalah. Asal jangan jadi cemburu berlebihan dan over protective aja. Hihihi. Kalau sekedar iri: “Aduh, Mas.. Temenmu enak ya, udah ketemuan tiap hari sama kamu di kantor, masih bisa jalan bareng juga sama kamu buat karaokean. Lha aku? Ketemuan aja kita jarang, boro-boro bisa karaokean.” Kalau sekedar iri macam ini sih tak apa. Asal jangan jadi berlebihan sampai: “Mas nggak boleh pergi karaokean. Mas ‘kan udah setiap hari ketemu temen-temen kantor. Emangnya nggak bosen pergi bareng mereka lagi? Pokoknya nggak boleh pergi!” Nah, kalau begini nih yang udah keterlaluan sampai harus melarang ini itu. Ingat, pasanganmu juga punya kehidupannya sendiri! Kamu harus bisa menghargainya dan tahu batasanmu…

Kalau kamu dan pasangan termasuk yang over protective atau cuma sekedar envy? Cerita, dong!

Cheers ^^

Iklan
Sunday Talk: Over Protective or Envy?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s