Long Distance Relationship..

Halo!
Sabtu begini, mendung-mendung, kedinginan, daripada galau mending nulis diblog aja *err..

Jadi pagi menjelang siang ini saya mau sedikit curhat tentang LDR alias Long Distance Relationship alias PJJ alias Pacaran Jarak Jauh alias Sebenernya Punya Pacar Tapi Berasa Nggak Punya Pacar. Blah… Yang terakhir abaikan saja, mungkin cuma saya yang merasakannya.

LDR atau bahasa anak zaman kekinian ‘pacaran jarak jauh’ merupakan sebuah hubungan jarak jauh antara dua insan manusia yang entah itu saling mencintai satu sama lain, entah itu saling mengasihi satu sama lain, atau bahkan saling ngarep satu sama lain. (Kamus Besar Galau Bubi, 2016). LDR tidak akan terjadi tanpa adanya dua belah pihak yang berjauhan. Baik itu berjauhan secara jarak atau secara waktu atau secara dimensi *yang terakhir malah jadi horror*.

image
Hujan Apa Rasa Rindu? *uhuk* source: status Path teman saya

Anyway, singkat cerita saat ini saya sedang menjalin hubungan jarak jauh dengan kekasih dambaan hati saya. Dia ada di kota pelajar, sedangkan saya ada di kota tersibuk di Indonesia. Kami sudah menjalin hubungan sebenarnya sejak 6 tahun yang lalu, namun kami baru memulai LDR ini sekitar 3 tahun yang lalu. Kami terpaksa berpisah lantaran memang saya harus kembali ke kota asal dan si Mamas (panggil saja begitu) memang asalnya dari kota pelajar. Ya, saya bertemu dengan si Mamas dan menjalin kasih dengannya sejak saya kuliah di kota pelajar itu *bukannya kuliah yang bener malah pacaran* *sambil menyelam minum air*. Nah, karena kondisi kami yang seperti itu maka sudah bisa dipastikan bahwa seusai saya menimba ilmu di kota pelajar, saya akan kembali ke kota asal saya. Sedangkan Mamas? Dia sepertinya memang nggak tertarik mencari pekerjaan di luar dari kotanya. Oh, dia malah dapat beasiswa dan lanjut sekolah lagi di kampus kami tercinta. Makin LDR lah kami. Hahaha.

Tiga tahun LDR bukan hal yang mudah buat kami berdua. Sulit. Tahun pertama LDR saya dan dia diterpa masalah hebat. Ya, kami berdua sempat putus selama 3 bulan di tahun pertama kami berjauhan. Rasanya sulit untuk “percaya” kalau nggak ada apa-apa di sana sama dia. Maksud saya biasalah, perempuan jauh lebih insecure dan curigaan. Telat balas pesan sedikit saya langsung menuduhnya macam-macam. Dia jalan sama teman-temannya sedikit saya langsung ngambek karena merasa iri kok dia jalan sama temannya bukan sama saya. Begitulah siklusnya hingga akhirnya kami bubar jalan selama kurang lebih 3 bulan. Sakit? Sakit banget, bro! Biasa ada yang dicurhatin, diomelin, digalaui, ini tiba-tiba bubar jalan trus notif hape jadi sepi… Apalagi sempat ada orang ketiga diantara kami berdua. Ah, makin galau jadinya. Singkat kata ternyata LDR itu sulit. Dan sampai sekarang saya salut sama orang-orang yang bisa bertahan dengan hubungan jarak jauhnya! Banyak yang bilang LDR antara saya dan si Mamas mah gampang karena kami tinggal sepulau. Ongkos nggak bakal mahal karena masih bisa ditempuh dengan kereta api atau bus. Istilahnya masih bisa ketemu bentar lah kalau kangen. Wah, saya sih cuma bisa geleng-geleng kepala kalau orang lain bilang begini. Masalahnya bro, sist, saya waktu itu kerja shift di sebuah perusahaan retail ternama dan saya ditempatkan di ibukota propinsi Banten. Belum dapat cuti di tahun pertama yang juga merupakan tahun pertama sama LDRan sama Mamas. Bayangkan! Sabtu, Minggu, tanggal merah saya wajib kerja; belum dapat cuti pula; Mamas pun waktu itu sibuk dengan kerjaannya yang ngajar. Duh, sedih banget kan walaupun satu pulau tapi kami nggak punya WAKTU buat ketemuan. Kami mungkin punya UANG buat sekedar naik kereta atau bus, tapi WAKTU yang ada terlalu terbatas.

Ah, balik lagi setelah tahun pertama sempat pisah di jalan begitu saja, akhirnya kami balikan dan sampai sekarang kami masih LDRan. Kali ini saya sudah bisa cuti, sudah bisa naik pesawat juga kalau ke tempat Mamas *evil’s laugh*. Mamas sih masih ngajar dan pegang salah satu cabang tempat dia ngajar, tapi sejak tahun 2014 dia ketambahan tugas balik lagi jadi mahasiswa alias dapat beasiswa lanjut S2 di kampus kami. Syukur puji Tuhan sih meskipun kami berdua masih LDR dan jadwal ketemu juga masih setahun tiga sampai empat kali saja, kami bersyukur karena seenggaknya kami masih bertahan hingga Agustus 2015 lalu si Mamas nembung saya. Oh, nembung itu semacam pihak pria minta ke orangtua si wanita kalau dia mau menikahi si anak wanita itu *apa sih bahasa gue*. Galaunya sih saya harus nunggu si Mamas selesaiin tesisnya dulu baru kawin. Hahaha.

image
Source: Salah satu DP BBM teman saya

Buat kalian yang saat ini LDR ataupun bakal LDR, sedikit tips dari saya nih. Yang pertama, usahakan percayalah satu sama lain. LDR tanpa kepercayaan sih sama saja bohong. Kalau misalnya pacar kamu bilang dia lagi nonton sama teman ya percaya saja, sambil doa semoga itu bukan teman tapi mesra. Hahaha. Yang kedua, jangan lupa komitmen. Komitmen itu ibarat gembok dalam sebuah hubungan. Kalau kamu nggak punya komitmen dalam suatu hubungan, trus ngalir begitu saja, nggak ada goalnya dong? Komitmen itu penting sepenting kamu *uhuk*. Yang ketiga, jadwalkan secara teratur kapan kalian akan ketemu, siapa yang akan mengunjungi dan siapa yang akan dikunjungi. Tatap muka itu penting banget lho, bro, sist! Memangnya kalian nggak mau ketemu satu sama lain, ngeliat perkembangan apa yang terjadi pada diri pasangan masing-masing, si doi tambah gendut atau tambah ganteng atau tambah jerawatan kan bisa kelihatan kalau ketemuan. Kalau kalian beda pulau mungkin bisa ketemuan setahun dua kali atau setahun sekali. Kalau kalian beda kota tapi dalam satu pulau yang sama kayak saya dan Mamas mungkin bisa lah ketemuan tiap tiga bulan sekali (Asal jangan sering-sering temu tiap minggu, ya. Boros! Mau kawin jadi pelit). Kalau LDR beda negara gimana? Yah, banyak-banyak berdoa aja deh semoga cepat dinikahin biar nggak LDR *hikss*. Yang keempat, banyak-banyak sabar ya! Sabar itu salah satu kunci kesuksesan sebuah hubungan, apalagi kalau sedang jauhan. Nggak kebayang kalau si doi lagi sibuk tapi kamu nggak sabaran dan menghantuinya dengan messages yang nggak begitu penting. Bisa dipastikan doi bakal risih karena aktivitasnya terganggu dan kamu sendiri bakal jadi galau karena pesanmu nggak dibalas sama doi. Ntar ujung-ujungnya curiga lagi, deh…

Akhir kata, sekian curhat dari saya di Sabtu hari ini. Semoga para LDRers senantiasa diberikan kesehatan dan kesabaran dan kebahagiaan dalam menjalani hubungan jarak jauhnya. Amin..

Cheers ^^

Iklan
Long Distance Relationship..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s