Jodoh…?

Oh, saya lupa kalau ini malam minggu!
Tapi saya malah mau repot-repot ngetik di blog dan nyampah soal jodoh di sini. Hahaha *njuk ngopo?* *kemudian dilempar bawang*.

Jadi ceritanya bermula dari tadi siang saat saya bertemu sahabat seperjuangan saya selama kuliah dulu. Doski sudah menikah dan saat ini meskipun berstatuskan istri orang, dia masih mau hangout bareng saya yang jomblo ini (ng.. mungkin lebih tepatnya in a relationship tapi belum menikah?). Hahaha. Nah, si sahabat ini pun cerita panjang lebar luas kali sisi sama sisi pada saya bahwa dua orang sahabat baiknya waktu kuliah juga akan menikah dalam waktu beberapa bulan mendatang. Saya pun yang kebetulan mengenal baik salah satu dari sahabat sahabat saya itu (bingung nggak kamuh?) turut bersukacita. Singkat kata kami pun berencana hadir ke pernikahan si sahabat sahabatnya saya itu.

Setelah obrolan soal menikah tadi pun saya tiba-tiba kepikiran. Saya yang sudah pacaran enam tahun lamanya masih belum menikah, eh ada lagi si sahabatnya sahabat yang sepengetahuan saya usia pacarannya belum selama saya tiba-tiba mau menikah. Jadi, salah saya di mana, dong? Kenapa orang-orang yang baru mengenal setahun, dua tahun, sebulan, tiga bulan, tiba-tiba memutuskan untuk mengikat janji suci sehidup semati dalam suatu ikatan pernikahan, sementara saya yang sudah pacaran enam tahun lamanya belum juga bergerak ke arah sana? *sigh*. Apa saya belum bertemu jodoh saya, ya? Apa saya memang tidak ditakdirkan menikah pada usia yang saya cita-citakan? Apa sebenarnya memang perjalanan cinta saya masih panjang? Apa? Apa? Apa salah saya? *duduk dipojokan kamar*.

Dulu sekali saya berpikiran mau menikah usia 25 tahun. Saya dulu berpikir usia tersebut merupakan usia yang pas untuk menikah. Saya bisa punya anak saat umur 26 dan 29, dan diusia 30 tahun saya sudah nggak perlu melahirkan lagi. Jadi, waktu anak saya berusia 20 tahun kelak umur saya masih 46 tahun. Saya masih akan bisa membiayai sekolah dan kuliah anak-anak yang saya lahirkan diusia 26 dan 29 tahun tadi sebelum saya memasuki usia pensiun. Dulu sih pikiran saya begitu. Cita-cita dan angan-angan saya begitu. Sayangnya ditiup angin begitu saja dan berubah jadi butiran debu *apa sih*.

Dan hingga kini, ketika saya mendengar berbagai macam berita sukacita tentang pernikahan, saya malah jadi berpikir “jodoh saya ke mana?”, “kenapa saya belum dilamar juga?”, “sebenarnya pacar saya sekarang jodoh saya atau bukan?”, dan sebagainya. Namanya juga wanita. Kalau kata bos saya “status itu penting, ya”. Ya iyalah bos status itu penting. Hahahaha. Kalau nggak ada status trus cuma digantungin atau diPHPin emangnya enak gitu? *ketawa setan*.

image
credit: foto dari status Path temen *uhuk*

Saya sampai detik ini masih merasa kalau kamu belum menikah tandanya kamu belum menemukan jodohmu. Trus kalau kamu belum menemukan jodohmu, ya kamu masih harus mencarinya sampai dapat. Lalu, kalau sudah menikah tapi ternyata bercerai, dia bukan jodoh kita, ya? *bener juga, ya*. Entahlah. Jodoh memang misteri dan sensitif sih buat saya. Bisa aja sekarang pacaran sama si A, eh taunya besok nikah sama si Z. Bisa aja nikah sama si D, eh taunya cerai.

Jadi, jodoh itu menurut kamu gimana?

Iklan
Jodoh…?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s