2

Etika Utang-Berutang

Sebenarnya ada nggak sih kata utang-berutang dalam KBBI? *serius nanya*

Haha. Anyway, hari ini saya mau bahas masalah etika mengutang. Iya. Utang. Sebenarnya ini mau curhat aja, sih πŸ˜‚

Jadi ceritanya begini, akhir bulan Maret kemarin saya dihubungi oleh salah seorang teman lamaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget lewat inbox di Instagram saya. Fyi, dulu waktu saya masih kecil sekitar 20an tahun lalu, doi ini teman main saya gitu. Tapi beberapa tahun kemudian dia pindah ke suatu tempat dan saya lost contact sama sekali dengan doi. Singkat cerita, akhirnya kami bertemu kembali lewat dunia maya beberapa tahun lalu. Awalnya lewat Facebook. Kemudian merambahlah ke Instagram. Saya nggak ingat siapa duluan yang add dan follow. Hanya saja sejak pertama kali berteman di Facebook, saya dan dia nggak pernah japri-japrian. Intinya cuma sekadar kami teman lama yang akhirnya bertemu di dunia maya.

Hingga akhir Maret lalu, doi mengirim pesan lewat Instagram pada saya. Basa-basi nanya kabar dan juga nomor handphone saya. Saya yang saat itu nggak ada prasangka apa-apa dengan senang hati membalas pesan si doi, dong. Hingga akhirnya dia mengirim pesan whatsapp ke saya dan nanya “Kamu lagi ada uang nggak?” Jder! Saya langsung feeling nggak enak, nih. Trus dia mulai curhat kalau dia lagi kena masalah nunggak kartu kredit gitu dan suaminya gajian tiap tiga bulan sekali dan dia lagi hamil gitu bla bla bla. Rupanya si doi ini mau pinjam uang yang menurut saya jumlahnya nggak sedikit untuk bayar utang kartu kreditnya.

Source: Google

Saya yang waktu itu memang nggak punya uang akhirnya bilang ke doi kalau saya nggak bisa bantu. Saya jelasin kalau saya juga punya tanggungan bla bla bla. Lagian seandainya saya punya uang sebanyak utang kartu kredit dia pun saya nggak mau minjemin doi uang, sih. Lha yang pakai kartu kreditnya dia, kenapa harus saya yang bayar? Begitu logika saya saat itu. Saya sendiri aja nggak punya kartu kredit! πŸ˜₯
Saya berhasil menolak doi. Tapi kemudian lusanya doi kirim whatsapp lagi ke saya. Kali ini pinjam 150 rebu saja! Alasannya dia nggak ada ongkos untuk ke bank yang mengeluarkan kartu kreditnya itu. Katanya sih dia mau ke bank itu buat minta keringanan. Sebagai teman yang bodoh baik, akhirnya saya mengirimkan uang padanya. Berhenti sampai di situ? Rupanya tidak, sodara-sodara! Minggu depannya dia whatsapp saya lagi mau pinjam uang 150 rebu lagi buat ongkos! Kebetulan saat itu hari Minggu dan jadwal saya di Minggu siang adalah tidur-tidur tjakep, jadi saya baru baca whatsapp doi sore hari dan akhirnya saya nggak balas, deh. 

Sejak saat itu doi nggak pernah whatsapp saya lagi. Sampai akhirnya hari ini yang mana dua bulan kemudian dari sejak dia whatsapp saya untuk pertama kalinya, saya menagih utang. Ah, biarin deh dibilang “Pelit amat sih cuma utang segitu doang aja pake ditagih-tagih”. Biar kata cuma 150 rebu juga duit, tau. Bisa buat ongkos saya ke kantor tuh seminggu 😰 

Sebenarnya saya nggak mempermasalahkan jumlah uangnya sih meskipun saat ini saya bokek berat tapi mbok ya berutang juga pakai etika πŸ˜• Maksud saya, doi ‘kan sudah lama ya nggak japri saya trus ujug-ujug japri tapi cuma buat ngutang yang nominalnya jutaan, bro! Padahal waktu dia nikahan saja saya nggak di message sama dia, waktu ulang tahun saja nggak pernah diucapin juga padahal ‘kan temenan di dunia maya. Itu salah satu faktor yang bikin saya agak ilfil, sih. Selain itu, setelah tragedi saya-bobok-siang-tjakep-di-hari-Minggu dan telat baca pesan dari dia yang mau ngutang lagi, doi nggak kontak-kontak saya lagi sejak saat itu. Duh, padahal waktu mau ngutang itu doi whatsapp saya ngucapin selamat hari Minggu segala, nanya saya kerja di mana dan basa-basi lainnya.

Source: Google

Terus, inti postingan ini apa? Yah. Saya cuma mau curhat aja! Haha. Nggak, deh. Saya cuma mau berbagi kalau mau ngutang tuh tolong perhatikan dulu pada siapa kita akan ngutang. Jangan tiba-tiba kontak teman sekelas waktu TK dulu terus langsung ngutang 20 juta buat kawin misalnya. Euh! πŸ˜₯ Bukannya diutangin nanti malah diajak kawin, lho! *Eh πŸ™Š Selain itu, salah satu tips aman dari utang adalah nggak usah pakai kartu kredit kartu kreditan lah kalau memang nggak bisa mengatur cashflow dengan baik. Lha gimana bisa lunas kalau mau bayar tunggakan kartu kredit saja malah ngutang ke orang lain. Kalau memang mau pakai kartu kredit pastikan kamu punya cashflow yang baik. Jangan sampai besar pasak daripada tiang, gaes! Masa’ kamu yang gesek kartunya aku yang disuruh bayarin dulu? πŸ˜₯ Terakhir, waspada deh kalau tiba-tiba ada teman lamaaaaaaaa kamu yang mengontak kamu lewat medsos padahal sebelumnya nggak pernah japri kamu. Bisa jadi temanmu mau ngutang atau mau ngasih undangan nikah dia sama mantan gebetan kamu πŸ˜‚
Salam anak baik!

2

Let’s Cook! Making Putu Ayu ala Babybluewhale

Halo! Saya kembali lagi dengan resep camilan enak yang biasa kita jumpai di pasar-pasar. Eh? Berarti ini namanya jajanan pasar, ya? Hahahaha. 

Kebetulan kue yang satu ini merupakan kue kesukaan saya sejak kecil. Sayangnya harganya sekarang sudah tak seramah dulu, sehingga kalau beli kue ini saya sudah nggak bisa makan banyak lagi seperti dulu. Nah, untuk menyiasati hal tersebut maksudnya harga murah tapi saya bisa makan banyak saya dan mama memutuskan untuk bikin kue putu ayu. 

Pas banget ‘kan? Sambil nonton quick count Pilkada DKI, sambil nongkrong di dapur bikin kue. Hahaha. Ini dia resep putu ayu ala Babybluewhale~~~

Putu ayu ala Babybluewhale

Bahan:

1. 1 1/2 gelas belimbing tepung terigu (saya pakai segitiga biru)

2. 1 sachet kecil santan kental (saya pakai merk Kara)

3. 1 gelas belimbing gula pasir

4. 3 butir telur ayam

5. 1 sdt TBM

6. 1/4 sdt garam

7. 1/2 sdt soda kue

8. Pewarna hijau secukupnya

9. Kelapa parut secukupnya

10. Minyak goreng secukupnya (untuk olesan di cetakan kue)
Cara Membuat:

1. Kocok telur, gula, garam dan TBM hingga mengembang

2. Campur tepung terigu dan soda kue

3. Kukus kelapa parut (jangan lupa beri sedikit garam)

4. Masukkan campuran tepung terigu dan soda kue ke dalam kocokan telur yang sudah mengembang. Aduk hingga rata

5. Masukkan dua tetes pewarna hijau dan aduk hingga warnanya merata, sisihkan

6. Siapkan cetakan kue putu ayu. Oleskan sedikit minyak goreng dan isi cetakan dengan kelapa parut

7. Masukkan adonan kue ke dalam cetakan satu per satu lalu kukus menggunakan api sedang

8. Tunggu sekitar 10-15 menit, kue pun siap dihidangkan
Fyi, resep di atas sudah saya modifikasi dan uji coba sendiri. So far, hasilnya bagus dan ngembang. Yang jelas pastikan saat mengocok telur, gula, garam dan TBM adonan sudah mengembang. Mungkin ada yang bertanya kenapa saya menggunakan takaran gelas bukan gram? Sebenarnya resep aslinya sih pakai gram, tapi karena saya nggak punya timbangan kue di rumah, jadi dikira-kira sendiri, deh. Hahaha. Makanya saya namakan resep putu ayu ala Babybluewhale. 

Biar nggak dikira hoax, nih saya kasih foto-fotonya. Selamat mengikuti quick count 😄 Sampai jumpa di resep selanjutnya!

Proses pembuatan HAHAHA ngedeprok di bawah sambil nonton Quick Count Pilkada

Ini sebagian bahan-bahannya, gaes

Cakep kaan

0

Let’s Cook! Making Dorayaki ala Babybluewhale

Akhir-akhir ini saya lagi senang sekali masuk ke dapur dan sok-sokan bikin kue. Bukan kue berat dan ekstrem, sih aku mah apa atuh tapi kue-kue ringan buat camilan. HAHAHA! Ketahuan banget ya doyan ngemil.

Anyway, tapi nggak sembarangan sok bikin kue juga. Biasanya saya pilih yang bahannya gampang dan masaknya nggak pakai oven. Nah, setelah browsing sana-sini akhirnya saya menemukan resep dorayaki. Pada tahu ‘kan dorayaki adalah makanan kesukaannya Doraemon njuk ngopo? Jadi, saya menemukan resep dorayaki setelah memanfaatkan mesin serba tahu alias Google. Dan saya pun mendapatkan resep ini:

How to make dorayaki:
Bahan yang diperlukan:

1. Tepung terigu 7 sendok makan

2. Baking soda 1/2 sendok makan

3. Madu 1 sendok makan

4. Gula pasir 4 sendok makan

5. Telur ayam 2 butir

6. Air secukupnya

7. Keju secukupnya (ini buat topping sih wakakaka)

8. Selai cokelat secukupnya (ini bisa untuk isian jika dorayakinya mau ditumpuk atau dijadikan topping bebass!)

Cara membuat:

1. Kocok sampai mengembang / berwarna pucat telur, gula pasir dan madu

2. Masukkan tepung terigu dan baking soda yang sudah terlebih dahulu dicampur ke dalam adonan telur yang sudah mengembang

3. Aduk adonan hingga tercampur, masukkan air sedikiiit saja (saya nggak ada takarannya, tapi biasa saya masukkan setengah gelas belimbing)

4. Tuang adonan menggunakan sendok sayur ke atas teflon (sebenarnya teflonnya nggak perlu dikasih mentega kalau sudah anti lengket)

5. Balik dorayaki jika bagian atas sudah keluar gelembung-gelembung kecil

6. Sajikan dengan isian atau topping yang sudah disiapkan (keju parut atau selai coklat dsb)
By the way karena dorayaki buatan saya nggak seperti dorayaki Doraemon, akhirnya malah nggak saya isi dan saya makan ala pancake gitu. Njuk sebenernya ini dorayaki atau pancake ya? Namanya juga resep dorayaki ngawur ala Babybluewhale. HAHAHA

Tadaa~ β™‘ Dorayaki sudah jadi. Tinggal dipilih mau makan ala ngawur kayak saya atau ditumpuk dua di tengahnya diisi dengan selai cokelat dan keju. Yang jelas ini lebih enak dinikmati masih hangat, ya 😄

0

Resolusi Oh Resolusi

Halo 2017!

Sudah setahun saya nggak update blog jadi rasanya kangen banget mau nyampah ngetik. Apa, sih? 🙈

Anyway, 2017 sudah hampir memasuki minggu terakhir di bulan Januari dan saya masih begini-begini saja. Omong-omong soal resolusi, ada beberapa hal yang menjadi resolusi saya di tahun ini, sih. Doakan saja semoga nggak cuma jadi resolusi semata!

Resolusi pertama di tahun 2017 adalah saya ingin lebih sering lagi jalan-jalan! Maksudnya jalan-jalan ke tempat-tempat wisata nan eksotis dan menawan di Indonesia ini. Sebenarnya saya kepengin banget traveling ke luar negeri kayak orang-orang, bahkan saya berniat membuat paspor dari akhir tahun 2016 kemarin, hanya saja setelah dipikir-pikir kenapa saya nggak coba jalan-jalan di dalam negeri dulu, toh masih banyak tempat wisata dalam negeri yang belum pernah saya sambangi sebenarnya ini alasan saja sih karena waktu saya mau buat paspor jebule nama saya di akte lahir dan KTP berbeda, jadi ya saya masih malas juga mengurusnya. Sebut saja Bromo, Karimunjawa, Belitung hingga Raja Ampat. Kamu boleh bilang saya kurang piknik. Silakan!

Resolusi kedua di tahun 2017 adalah saya ingin menabung lebih banyak. Selama ini saya boros banget. Saya boros jajan, saya boros pulsa, saya boros dalam urusan perut pokoknya. Saya suka sekali ngemil dan itu sebenarnya nggak baik bagi kesehatan tubuh apalagi kantong saya. HAHAHA! Jadi saya benar-benar mau bertobat dan saya harus sukses nabung banyak tahun ini!

Resolusi ketiga di tahun 2017 adalah menikah. Well, yang ini kelihatannya impossible sih karena tahun baru, status saya malah jomblo. Namun saya percaya nggak ada yang mustahil. Makanya menikah juga saya masukkan dalam resolusi tahun 2017 ini. Siapa tahu ‘kan habis update blog begini tahu-tahu ada yang japri saya dan mau melamar *eh 🙊

Resolusi keempat adalah lebih peduli dengan kesehatan. Bukan berarti kemarin-kemarin nggak peduli, sih. Hanya saja sejak saya mulai kerja jadi editor *cieilah* saya jadi keranjingan minum kopi. I know, minum kopi mungkin nggak dosa-dosa amat, tapi karena yang saya minum adalah kopi-kopian yang mengandung gula or krimer or whatsoever itu yang kata orang kalau kebanyakan nggak baik bagi kesehatan, makanya saya mau mengurangi jatah minum kopi. Saya nggak addicted banget sama kopi, hanya saja saya merasa harus mengurangi jatah ngopi saya, maklum saja tubuh tak lagi muda. Mungkin kalau tahun lalu saya tiap hari ngopi, tahun 2017 ini saya berkeinginan menjadwal waktu ngopi menjadi seminggu 3 kali saja. Selain masalah kopi, saya juga akan memperbanyak makan buah dan sayur. Fyi, saya sebenarnya punya masalah pencernaan yang kurang bagus, jadi mari kita mulai hidup sehat!

Resolusi kelima tentu saja bekerja lebih giat lagi! Status saya di tahun 2017 ini sudah naik tingkatan menjadi karyawan tetap. Hahahaha. Tentunya dengan pengangkatan menjadi karyawan tetap ini, saya merasa harus lebih bertanggung jawab. Oleh karena itu saya akan berusaha lebih giat dan rajin agar target-target komik saya tercapai! Fighting!

Mungkin bagi sebagian orang resolusi saya sepele banget, tapi bagi saya ini mimpi-mimpi saya yang terus saya usahan dan bawa dalam doa. Jadi, doakan juga ya biar bisa terealisasikan dengan baik! πŸ™‚

0

Cara Mudah Top Up Go-PayΒ 

Ojek online tentunya sudah nggak asing lagi bagi pengguna transportasi massa zaman sekarang. Saya pun salah seorang pengguna aplikasi ojek online. Biasanya sih saya naik ojek online kalau sedang malas naik motor sendirian atau sedang sakit, so mau nggak mau saya pesan jasa ojek yang satu ini, deh.

Disclaimer: Ini murni pengalaman saya sendiri. Saya nggak bermaksud promosi. Hanya memberi sedikit informasi, siapa tahu berguna bagi pembaca sekalian 😄

Di smartphone saya, saya menyimpan dua aplikasi ojek online. Ada Go-Jek dan Grab. Dua-duanya saya gunakan bergantian dan memang saya sengaja nggak menghapus salah satunya karena pasti ada kalanya saya kesulitan mendapatkan driver dari aplikasi satu dan saya pun memutuskan menggunakan aplikasi kedua. Tergantung ocassion-nya juga. Kalau lagi butuh mobil saya biasa pakai Grab Car dan kalau mau antar makanan saya terbiasa pakai Go-Food. 

Sebenarnya banyak orang sudah tahu sih cara menggunakan ojek online ini. Simple dan nggak perlu nunggu lama. Tarif yang ditawarkan pun kompetitif. Apalagi sekarang kalau naik Go-Jek dan bayar pakai Go-Pay, cukup bayar setengahnya saja alias diskon 50% β™‘ Correct me if I am wrong karena saya baru coba pakai Go-Pay ini kemarin! Hahaha 😂

Jadi, sejak Selasa kemarin saya kurang enak badan. Saya hampir pingsan di dalam bus TransJakarta waktu mau berangkat kerja. Saat itu saya langsung memutuskan untuk turun dari bus dan istirahat sebentar di shelter TransJakarta Cawang BNN. Jebule ketemu teman kantor saya dan akhirnya dibantu dia menuju kantor dengan selamat *skip* Nah, di kantor bos saya yang paling baik sejagad raya semesta itu menyuruh saya balik saja ke rumah alias kerja setengah hari. Saya pun menolak dan meyakinkan beliau kalau saya nggak apa-apa. Akhirnya beliau menyarankan saya untuk pulang naik taksi. Karena argo taksi yang cukup mahal dan pertimbangan motor saya masih ada di terminal Pinang Ranti, saya pun memutuskan untuk naik ojek online saja ke Cawang UKI dan melanjutkan perjalanan ke Pinang Ranti dengan TransJakarta. Lha? Nanggung amat, mbak? Iya! Saya tahu nanggung amat, tapi daripada saya naik motor sampai Pinang Ranti dan kena macet di Kramat Jati mending saya berdiri sebentar di bus. Lagipula kalau dari Cawang UKI ke Pinang Ranti cepat, kok. ‘Kan tinggal masuk tol dan wuuush sampai *skip lagi*

Akhirnya sejak Selasa, Rabu dan Jumat saya pulang kerja naik ojek online. Hari pertama naik Grab Bike kena charge Rp 23.000, hari kedua naik Grab Bike lagi masih kena harga yang sama. Nah, hari Jumat kemarin nih kebetulan dengar berita driver Grab pada demo. Terus kena high fare juga wakakaka nggak mau rugi, bok! Akhirnya saya coba naik Go-Jek deh. Tapi sebelum coba naik Go-Jek, saya sok-sok coba top up Go-Pay gitu biar dapat diskon. Dan karena itu pertama kalinya saya pakai Go-Pay, agak bingung juga sih awalnya cara ngisi saldonya gimana atau bayarnya pakai apa. Tapi ternyata gampang. Hahaha!

Pertama-tama saya masuk ke aplikasi Go-Jek dulu. Terus di bagian home depan nanti ada tulisan Go-Pay bla bla bla Rupiah. 

Nah, kemarin punya saya masih Rp 0;. Akhirnya saya klik top up dan masuk ke menu selanjutnya. 

Di menu selanjutnya akan dijabarin mau top up menggunakan cara apa dan dari bank mana. Fyi, bisa top up juga lewat driver, lho. Karena saya menggunakan Mandiri Mobile Banking, akhirnya saya pun meng-klik logo bank Mandiri. Selanjutnya ada tiga macam pilihan pembayaran bank Mandiri. Mulai dari lewat ATM, m-banking, sms banking

Selanjutnya tinggal ikuti instruksi yang tertulis. Masukkan nomor handphone kita yang terdaftar pada aplikasi Go-Jek dan selesai. Kini saldo Go-Pay bertambah tinggal digunakan saja 😎 Cara menggunakannya juga mudah. Saat melakukan pesanan tinggal tandai cara pembayaran menggunakan Go-Pay dan saldo kita pun akan berkurang secara otomatis. 

Fufufu.. Ternyata cepat dan gampang ya cara top up saldo Go-Pay. Lumayan juga ‘kan dapat diskon dan nggak repot ngeluarin uang. Di akhir nanti juga terdapat pilihan mau memberikan tips pada driver atau nggak, kok. Karena saya sudah memberikan tips dengan uang cash maka saya melewatkan notif tersebut dan cukup memberi bintang pada si driver. Ehehehe.

Saya baru coba pakai Go-Pay nih belum coba yang GrabPay. Nanti deh kapan-kapan saya share juga, atau mungkin para pembaca mau share pengalamannya menggunakan aplikasi ojek online terutama untuk metode pembayaran cashless semacam ini? Monggo…

Thanks for reading! Happy weekend 😄

0

K-Drama: Goblin (도깨비)

μ•ˆλ…•ν•˜μ„Έμš”! 

New K-drama’s back! Selesai nonton My Wife is Having an Affair This Week, saya kembali lagi dengan drama baru berjudul Goblin. Sampai tulisan ini saya posting, drama yang dibintangi om-om tampan ini baru sampai episode 4. Masih jauh, ya! Padahal saya sudah nggak sabar untuk melihat endingnya. Huhuhu.

Cerita dimulai dari seorang Kim Shin (diperankan Gong Yoo) yang dulunya seorang jenderal perang yang dihabisi nyawanya atas perintah sang Raja. Kim Shin pun akhirnya menjadi goblin dan hidup selama beratus-ratus tahun kemudian dalam keabadian. Mungkin bagi sebagian orang ini adalah sebuah anugerah, namun bagi Kim Shin ini adalah sebuah mimpi buruk. Ditakdirkan menjadi goblin dan hidup dalam penyesalan bukanlah anugerah baginya.
Suatu ketika Kim Shin tanpa sengaja muncul di hadapan seorang Ibu muda yang sekarat di tengah salju. Sang Ibu muda memohon pada Kim Shin saat itu untuk menolongnya. Kim Shin pun menolong sang Ibu yang rupanya tengah mengandung putrinya dengan memberinya “kehidupan baru”. 

Beberapa tahun kemudian bayi yang dilahirkan oleh si Ibu muda yang ditolong Kim Shin tumbuh menjadi sosok yang mampu melihat hal-hal supranatural di sekitarnya. Ji Eun Tak (diperankan oleh Kim Go Eun)-nama anak tersebut-harus kehilangan ibunya di usia muda. Ia pun akhirnya diurus oleh keluarga sang bibi yang memperlakukannya dengan kejam. Suatu ketika di hari ulang tahunnya, Ji Eun Tak meniup lilin yang dipasangkan pada kue ulang tahun. Tak sengaja ia justru memanggil Kim Shin. Mereka pun bertemu dan Eun Tak mengaku sebagai pengantin goblin!

Oh ya, selain om Gong Yoo, drama ini juga diperankan oleh om yang nggak kalah ganteng, lho. Lee Dong Wook adalah salah seorang partner bromance Gong Yoo dalam drama ini. Haha. Kenapa saya sebutnya bromance? Kalian harus tonton sendiri. Dijamin bakal senyum-senyum lihat kelakuan Gong Yoo dan Lee Dong Wook dalam drama ini. Bedanya kalau Gong Yoo berperan sebagai seorang goblin, Dong Wook justru berperan sebagai grim reaper yang kehilangan ingatannya. Doi bertugas menjemput orang-orang yang baru saja meninggal. Yah, kalau malaikat mautnya ganteng kayak begini sih…. Ng…. Selain om-om dua itu ada juga oppa Yook Sung Jae yang berperan sebagai ‘keponakan’ dari Kim Shin. 

Info menarik lainnya adalah script writer dan PD dari drama Goblin ini nggak lain nggak bukan adalah script writer dan PD yang sukses membuat drama Descendants of The Sun. Wohooo! Pantesan saja jalan ceritanya keren. Poin plus lainnya dari drama Goblin ini saya suka special effect yang muncul dan bagaimana para aktor serta aktris memainkan perannya. TOTALITAS! Memang ya drama Korea nggak ada matinya. Psst! Drama yang tayang tiap hari Jumat dan Sabtu waktu Korea di tvN ini dengar-dengar ratingnya mengalahkan drama Reply 1988, lho.

Gimana? Sudah penasaran belum dengan drama satu ini? Saya saja penasaran banget mau cepat-cepat Jumat minggu depan biar bisa nonton lagi *eh 🙈 Sekian info K-Drama dari saya! Sampai jumpa di drama selanjutnya, ya!

For other reference: klik di sini

2

K-Drama: My Wife is Having an Affair This Week (이번 μ£Ό μ•„λ‚΄κ°€ λ°”λžŒμ„ ν•λ‹ˆλ‹€)

μ•ˆλ…•ν•˜μ„Έμš” μ—¬λŸ¬λΆ„λ“€! 잘 지내져? γ…‹γ…‹γ…‹

Another K-drama review is in the house, yow! Judulnya My Wife is Having an Affair This Week. Tayang tiap Jumat dan Sabtu malam waktu Korea di jTBC. Anyway, awalnya saya tertarik nonton drama ini bukan karena main actor-nya ganteng, tapi karena ini dramanya Song Ji Hyo, gaes! Sopo kui Song Ji Hyo? He he he.

Song Ji Hyo adalah salah satu cast dalam reality show terfavorit saya sejak zaman kuliah, Running Man. Siapa yang nggak tahu Running Man? Mereka bahkan pernah datang ke Indonesia dan main bola di GBK dan yang nonton banyaknya luar biasa! Dan Song Ji Hyo adalah salah satu anggota Running Man sejak awal.

image taken from Google

My Wife is Having an Affair This Week menurut saya termasuk romcom alias romantic comedy drama. Soalnya beneran deh dramanya tuh lucu tapi juga cukup romantis meskipun saya pikir bakal jadi drama yang berat. Menceritakan kisah seorang PD bernama Do Hyun Woo (dibintangi oleh Lee Sun Kyun) yang memiliki karier dan keluarga yang cemerlang. Ia menikah dengan Jung Soo Yeon (dibintangi oleh Song Ji Hyo) yang cantik dan bekerja sebagai wanita karier. Mereka telah dikaruniai seorang anak laki-laki berusia 7 tahun bernama Do Joon Soo. Memiliki rumah tangga yang adem ayem rupanya nggak membuat Hyun Woo dan Soo Yeon jauh dari masalah. Suatu hari Hyun Woo menemukan sebuah pesan di ponsel milik istrinya yang berasal dari seseorang bernama Michael. Hyun Woo yang penasaran mencoba mencari tahu dan mendapati bahwa sang istri rupanya berselingkuh dengan rekan kerjanya dari perusahaan lain.

Hyun Woo & Soo Yeon & Joon Soo

Perasaan Hyun Woo pun hancur saat mengetahui kebenaran tersebut. Ia mencoba mencari jawaban dan alasan mengapa istrinya tega berselingkuh. Hyun Woo pun menuliskan kisahnya di internet dalam sebuah forum dan banyak orang menanggapi serta memberinya saran (?) I think many people are on the same boat with Hyun Woo. 🙈 

Ahn PD dan Writer Kwon

Oh ya, selain rumah tangga Hyun Woo dan Soo Yeon, drama ini juga menyorot kehidupan percintaan Ahn PD (diperankan si tampan Lee Sang Yeob) dan writer Kwon (diperankan oleh BoA), dua orang rekan kerja Hyun Woo. Serta disisipi juga aksi perselingkuhan si pengacara Choi Yoon Ki (diperankan oleh Kim Hee Won) yang berusaha nggak ketahuan istrinya Eun Ah Ra (diperankan Ye Ji Won-psst.. dia pernah main di Another Oh Hae Young juga waktu jadi kakaknya Eric. He he).
Pokoknya drama bertaburan bintang ini jangan sampai dilewatkan. Oh ya, status dramanya juga sudah tamat tepat kemarin. Tapi saya belum nonton episode terakhir karena yang ada sub English-nya belum diupload. Hanya ada 12 episode, kok. Hu hu hu. So, buat K-drama lovers yang mau nonton drama romcom yang juga mengena dengan kehidupan sehari-hari, coba deh nonton drama ini. Kita juga bakal diajarkan untuk menghargai pasangan kita dan mengungkapkan perasaan kita pada orang yang kita sayangi bukan ngajarin selingkuh ya, gaes

Sekian laporan K-drama dari saya. Semoga menarik rasa penasaran pembaca untuk segera nonton dramanya. Sampai jumpa di laporan K-drama lainnya 😄

For other reference: klik di sini