Sesi Prewedding Indoor Bersama Calista Photo Studio Jogja

Halo! Saya mau laporan dulu kalau saya sudah menjalankan sesi foto prewedding indoor di Jogja beberapa waktu lalu. Setelah sempat bingung mau foto prewedding di mana akhirnya saya dan Mamas memutuskan untuk mengambil paket foto prewedding indoor di Calista Photo Studio Jogja. Selain karena harganya yang bersahabat dengan budget kami, kebanyakan teman kami pun foto di sana. Jadi ya sudah di sana saja. 

Mamas datang ke Calista beberapa minggu sebelum hari H pemotretan dan memberi DP sebanyak Rp 300.000. Waktu itu kami ambil paket foto prewedding indoor 2 yang totalnya Rp 750.000 dengan fasilitas 6 file foto plus edit standar dan 2 kali ganti kostum serta make up dan hair do. Ah, dapat free 1 kostum bridal juga. Kita tinggal bawa diri dan sepatu saja. Make up pun sudah ada yang mendandani. 

Sesi foto dimulai sekitar pukul 9.30. Saya dan Mamas sudah stand by di Calista jam 9 kurang sementara Calista baru buka jam 9 alhasil kami duduk dulu menunggu sampai ada petugas yang melayani. Begitu jam 9 kami pun diajak naik ke lantai 2 untuk bersiap-siap. Pagi itu saya didandani oleh mbak-mbak berkacamata dan satu lagi mbak yang mengurusi rambut saya. Sementara Mamas? Entahlah. Dia beda ruangan sama saya pas siap-siap. Saya suka banget dengan dandanan saya pagi itu. Mbak berkacamata benar-benar magic! Dia bisa mendandani saya dengan dandanan soft, simple dan cepat yang bikin saya jatuh hati. Selesai dandan saya pun bertemu lagi dengan Mamas. Mamas sudah oke dengan jas dan dasinya.

Ini dandanan hasil mbak-mbak berkacamata di Calista!

Ada cerita lucu dibalik jas si Mamas. Jadi sehari sebelum sesi foto prewedding saya dan Mamas datang ke Calista untuk fitting dan saya memilih baju. Saya diperbolehkan memilih dua baju dan mencoba dua-duanya. Sementara Mamas memilih jas yang sesuai dengan ukuran tubuhnya. Jebule ukuran jas di Calista nggak ada yang muat untuk Mamas. Ada sih yang muat, tapi ya nggak bisa dikancing 😂 Alhasil selama sesi foto kancing jas itu nggak dikancing, deh.
Kembali lagi ke sesi foto prewedding yang sebenarnya. Selesai dandan kami pun diajak naik ke lantai 3. Fyi, Calista ini ada 4 lantai kalau nggak salah. Gede juga, ‘kan. Kami lalu masuk ke salah satu studionya dan dipandu bergaya dengan fotografer yang baik banget dan kami lupa menanyakan namanya 😅 Pokoknya fotografer yang memotret kami ini oke banget, deh. Lucu, baik, mengarahkan gaya kami dengan oke. Gokil lah. Selesai sesi foto dan sebelum pindah ke studio lain, kami diperbolehkan untuk foto-foto sendiri juga 😎 

Ini foto pakai kostum kedua

Sesi foto selesai dan kami dipersilakan mengambil hasilnya sekitar dua minggu kemudian. Oh ya, sebenarnya jatah foto yang bisa kami ambil dari paket hanya 6 file, tapi kami nambah 2 file lagi dengan harga Rp 100.000 per file tambahan. Quite pricey tapi lumayan lah hasilnya. Saya pribadi cukup puas melakukan sesi prewedding indoor di Calista. 

Sebagai penutup dalam postingan ini, saya mau kasih lihat salah satu hasil foto prewed saya, nih 😎 Sampai jumpa di postingan selanjutnya!

Hasil foto dari Calista Studio Jogja
Iklan
Sesi Prewedding Indoor Bersama Calista Photo Studio Jogja

Berburu Vendor Suvenir Nikah di Jogjakarta #MenujuNikah2017

Yay, akhirnya saya berhasil mendapatkan vendor suvenir untuk nikahan nanti! Hihihi. Sebenarnya saya nggak sempat hunting ke mana-mana, sih. Saya hanya mendatangi satu tempat saja setelah googling ke sana kemari. 

Sejak awal saya dan Mamas sepakat untuk memberikan suvenir nikah yang memiliki azas manfaat serta kegunaan bagi para tamu. Jadi bukan sekadar asal kasih suvenir gitu. Selain itu, saya dan Mamas sepakat untuk nggak menulis nama kami berdua besar-besar di suvenir yang akan kami berikan tersebut. Berdasarkan pengalaman kami, suvenir nikah yang ada nama pengantinnya tercetak besar-besar biasanya nggak akan kami pakai. HAHA. Makanya supaya nanti suvenir nikahan kami bisa dipakai orang tanpa malu-malu, kami pun sepakat hanya memberi nama kecil tanpa tanggal pernikahan kami.

Saya dan Mamas menjatuhkan pilihan pada tas blacu. Alasan kenapa kami memilih tas blacu sebagai suvenir salah satunya agar bisa bermanfaat bagi para tamu. Lumayan ‘kan tasnya bisa buat bawa-bawa berkas atau kotak bekal ke kantor. Berbekal dengan pilihan tersebut saya pun mencari-cari vendor suvenir yang menjual tas blacu di Jogja. Kenapa Jogja? Karena konon katanya suvenir nikah di Jogja harganya murah dan beragam.

tas blacu begini nih (source: http://www.dani-craft.com)

Bertemulah kami akhirnya dengan Dani Craft. Dani Craft ini letaknya di daerah Kasongan, Bantul. Waktu tempuh yang dibutuhkan dari Sleman menuju workshop Dani Craft ini sekitar 40-an menit. Tempatnya agak mblusukan, sih tapi masih bisa dijangkau Google Maps 😅 Setelah menemukan workshop Dani Craft, kami pun langsung disuguhkan pemandangan jejeran suvenir seperti tas, gelas, kipas, sandal hotel, taplak meja gantungan kunci dan masih banyak lagi. Bahkan Dani Craft juga jualan undangan, lho. Saya dan Mamas pun dipertemukan dengan Mbak Wiji yang membantu kami memberi informasi mengenai harga dan jumlah yang bisa dipesan di workshop Dani Craft ini. Setelah mendapatkan contoh tas blacu yang kami mau, kami lalu ngobrol soal harga dan pilihan packaging si suvenir nanti. Di Dani Craft sebenarnya sudah free packaging menggunakan plastik, namun setelah ditimbang-timbang dan dipikirkan on the spot, saya pun menjatuhkan pilihan dengan menggunakan paperwrap dan tali untuk packaging si tas blacu. Lebih unyu kalau pakai paperwrap ‘kan? Lagipula cuma nambah Rp 500 saja per pcs-nya 😂 Untuk DP sendiri totalnya 80% dari harga total dan baru bisa desain jika DP sudah masuk. Kemarin kami tanpa ba-bi-bu langsung DP dan langsung bikin desain on the spot. Hahaha. Biar nggak mondar-mandir, sih. Proses pengerjaan dijanjikan satu bulan setelah desain fix dan suvenir bisa dikirimkan ke Bekasi alias rumah saya. 

denah workshop Dani Craft

Saya belum bisa bilang apakah vendor ini recommended atau nggak, tapi selama saya dilayani di workshop nggak ada masalah. Cepat banget malah dan Mbak Wiji lumayan helpful membantu kami menghitung dan menunjukkan contoh pilihan packaging suvenirnya. Semoga saja hasil suvenirnya nanti rapi, ya. 
Buat yang penasaran dengan Dani Craft ini coba deh main-main ke website mereka dan telusuri satu per satu suvenir yang teman-teman butuhkan. Ada kontak dan alamat workshop Dani Craft lengkap di websitenya. Kalau teman-teman kejauhan datang ke workshop mereka, bisa pesan lewat online juga, kok. 

Sekian informasi dari saya. Semoga bermanfaat. Saya akan update kembali postingan ini apabila saya sudah menerima pesanan saya, ya. Nanti saya review kembali bagaimana hasilnya. Good luck!


Salam,

🐳🐳🐳

Berburu Vendor Suvenir Nikah di Jogjakarta #MenujuNikah2017

Berburu Vendor Prewedding Indoor di Jogjakarta #MenujuNikah2017

Halo, ini adalah postingan pertama saya mengenai vendor untuk persiapan #MenujuNikah2017 dan kali ini saya akan membahas soal foto prewedding. Sebenarnya bagi beberapa pasangan mungkin foto prewedding nggak menjadi hal yang krusial banget dalam persiapan menikah. Ada yang memutuskan untuk melakukan sesi foto prewedding namun ada juga yang memutuskan untuk nggak melakukan sesi foto ini. Sah-sah saja jika calon pengantin ingin melakukan sesi foto prewedding atau nggak, toh tergantung dari kesepakatan kedua belah pihak yang akan menikah.

Anyway, saya dan Mamas sebenarnya termasuk tim yang nggak butuh-butuh banget foto prewedding tapi kami berdua senang foto-foto 🙊 Dasar narsis! Oleh karena itulah kami akhirnya memutuskan untuk melakukan sesi foto prewedding dalam persiapan kami #MenujuNikah2017. Ehem, jadi rencananya foto prewedding kami nanti nggak cuma sekadar jadi pajangan pas hari H saja, tapi kami ingin teman-teman dan tamu yang datang nanti bisa menuliskan pesan-pesan dan ucapan selamat untuk kami di foto yang akan kami pajang tersebut. Sayang banget fotonya dicoret-coret, dong? Ya nggak gitu juga sih, toh nanti foto kami yang sudah ditulisi oleh para tamu bisa dijadikan kenang-kenangan dan akan kami pajang di dinding rumah kami kelak! 😄 Seru, ‘kaan?

kira-kira nanti seperti ini nih 😂 bedanya yang dicetak di kanvas ada foto kami berdua hihi (source: Google)

Balik ke topik utama. Berhubung budget saya dan Mamas terbatas, akhirnya kami membatasi pencarian vendor foto prewedding menjadi cukup foto prewedding indoor saja. Sebenarnya kalau ada budget lebih sih saya mau-mau saja foto prewedding outdoor. Kami sudah punya beberapa lokasi yang jadi keinginan kami jika berkesempatan untuk foto prewedding outdoor. Apa daya kantong berkata lain dan kami harus mengikuti si kantong 😅

Studio foto pertama yang jadi incaran saya dan Mamas adalah Senja Studio. Letaknya ada di Jalan Damai sana (dari Jakal nanti belok ke kiri lalu luruuus saja, nanti studio fotonya ada di sebelah kiri jalan). Alasan utama mengapa kami mengincar studio foto ini adalah karena waktu Mamas wisuda S2 tahun lalu dia memakai jasa studio foto ini. Harganya lumayan terjangkau dan waktu itu fotografernya cukup asyik dalam mengarahkan gaya dan nggak memburu-buru kami. Hanya saja kekurangannya studionya kecil jadi pilihan background untuk foto masih terbatas. Untuk harga paket foto prewedding outdoor hampir mirip-mirip sama studio foto besar di Jogja. Untuk paket yang indoor sendiri cukup lumayan harganya dan ada dua paket. Sama seperti kebanyakan paket foto prewedding indoor, mereka juga free costum dan juga make-up. Untuk lihat-lihat hasil foto Senja Studio silakan mampir ke Instagram mereka.

Ini contoh foto di Senja Studio waktu wisuda S2 Mamas
Ini foto bareng keluarganya masih di Senja Studio

Studio foto kedua yang saya hubungi adalah Calista Photo Studio. Saya sempat whatsapp nomor Calista yang tertera di Instagram mereka dan responsnya cukup cepat. Saya langsung dikirimi pricelist foto prewedding indoor dari Calista sekaligus benefit apa saja yang akan saya dapatkan. Ada tiga paket foto prewedding indoor yang ditawarkan Calista dan semua termasuk free make-up dan free costum. Harganya bersahabat banget dan masuk budget saya dan Mamas. Untuk hasil foto silakan dicek di Instagram Calista, ya. Oh ya, kebetulan teman SMA si Mamas sudah foto prewedding duluan di Calista dan mereka ambil paket 1 prewedding indoor. Katanya sih lumayan untuk harga segitu tapi kekurangannya adalah background nggak bisa pilih dan mas-mas fotografernya cenderung memburu-buru mereka. Mungkin tergantung fotografernya juga, tapi saya suka dandanan teman SMA si Mamas ini! Dandanannya soft dan nggak menor. Hihihi. Untuk cowok nggak didandanin sekalian, ya.

Source: dok. pribadi

Studio foto selanjutnya yang pricelist-nya saya dapatkan adalah Deluxio. Deluxio Photography ini alamatnya ada di Jalan Gayam. Sama seperti Calista, saya menanyakan pricelist prewedding melalui whatsapp dan balasan mereka cukup cepat. Harganya beda tipis dengan Calista, namun hanya ada dua paket foto prewedding indoor dan dua paket foto prewedding outdoor yang ditawarkan oleh Deluxio. Paket yang ditawarkan Deluxio untuk foto prewedding indoor juga sudah termasuk free make-up dan free costum (banyaknya kostum tergantung paket yang diambil). Untuk hasil foto mereka silakan dicek langsung di Instagram Deluxio.

Source: dok. pribad

Saya dan Mamas belum memutuskan mau pakai yang mana, sih. Lagipula sejauh ini baru vendor di atas yang kami tanyakan harganya dan fast response banget! Hari ini tanya lewat email atau whatsapp, hari ini juga dibalasnya. Bravo buat ketiganya! 👏 Saran saya jika ingin mencari vendor foto prewedding adalah pastikan budget kalian sesuai dengan paket yang ditawarkan. Jangan sampai sesi foto prewedding ini malah jadi lebih mahal daripada vendor fotografi untuk nikahan nanti (eh?) 😢 Kalau bisa sih survey dulu ke studio fotonya untuk memastikan background dan gown (maybe?) dan pastikan harga paketannya juga ya kalau belum tahu pricelist-nya.

Sekian informasi dari saya. Postingan ini saya buat dengan tujuan memberi informasi pada para calon pengantin mengenai beberapa vendor foto prewedding yang ada di Jogja. Jika ada rekomendasi vendor studio foto untuk sesi prewedding indoor di Jogjakarta silakan saja diceritakan di kolom komentar. Sharing is caring, right? 😊 Happy preparation, dear all brides-to-be!


Salam,

🐳🐳🐳

Berburu Vendor Prewedding Indoor di Jogjakarta #MenujuNikah2017

Ceritanya Lamaran…

Yes. I am a bride-to-be, now. 

Hehehe. Tepat 27 Mei lalu saya dilamar dan officially engaged to Mamas Jogja yang dulu pernah saya putusin tapi nyambung lagi kesayangan. Kita sebut saja Mamas (LHA?) 🙊

Ala-ala pasang cincin padahal pas pasang cincin beneran salah masukin coba, woy! 😂

Setelah keribetan acara lamaran kemarin, keribetan lainnya pun muncul. By the way, sebenarnya acara lamaran kemarin nggak ribet-ribet banget, sih. Hahaha. Cerita sedikit acara lamaran kemarin, si Mamas datang ke rumah beserta Mamak dan Bapak jauh-jauh dari Jogja. Saya pun mengundang keluarga besar dari Papa dan sebagian bude-bude dari Mama (just FYI ibu saya anak ke-12 dari 12 bersaudara, jadi yang kemarin datang ke acara lamaran saya cuma bude-bude yang masih pada sehat dan rumahnya nggak jauh saja). Untuk acara lamaran kemarin nggak ada persiapan yang ribet macam backdrop bunga-bunga ala zaman sekarang itu, jadi beneran sederhana banget dan hanya keluarga dekat saja yang hadir. Malah foto-fotonya cuma pakai kamera iPhone saja 😅 Untuk kostum saya sama Mamas cuma janjian mau pakai baju kembar yang waktu itu kami pakai waktu Mamas wisuda S2. Oh ya, untuk konsumsi kemarin pas lamaran kami masak sendiri. Mama saya minta bantuan para bude yang jago masak untuk urus konsumsi. Sementara untuk kue-kue dan oleh-oleh buat si Mamas bawa balik lagi ke Jogja pun kebetulan tante-tante saya berbaik hati datang membawa kue. Untuk acara lamaran sebenarnya tergantung adat istiadat dan juga kesepakatan kedua belah pihak. Kalau si Mamas sendiri di daerah asalnya lamaran berarti sekaligus tunangan  biar hemat ongkos juga ya jauh Jogja-Bekasi 😛 Untuk cincin tunangannya sendiri kemarin Mamas yang beli di Jogja. Jadi, cerita awalnya kami nggak mau pakai tukar cincin karena duit buat beli cincin belum kekumpul tapi rupanya si Mamas dikasih rezeki kerjaan. 😂 Puji Tuhan deh ya, akhirnya langsung lah dia ke toko emas dan beli cincin sebelum harga emas naik lagi hahaha. Padahal dia gambling banget sama ukuran jari saya. Untungnya sih muat meskipun agak kebesaran sedikit 🙈

Anyway, setelah obrolan sana-sini waktu lamaran kemarin maka ditetapkanlah bahwa saya dan Mamas akan menikah di tahun ini juga. Yeay! Jadi kawiiiiin 🙈 #MenujuNikah2017. Untuk kapannya sih masih rahasia saja ya biar surprise. Sementara untuk nikahnya kami sepakat mengadakan pemberkatan nikah di Jakarta. Rincian acaranya dan review vendor akan saya bocorkan seiring berjalannya waktu, ya! Sudah mulai nyicil nyari vendor dan nanyain pricelist, nih nanya doang HAHAHAHA

Cincin hasil kerja keras si Mamas nerjemahin seminggu dan saya pun dicuekin seminggu juga! :’)

Intinya sih sebisa mungkin semua hal mau saya dan Mamas sendiri yang handle dan siapkan supaya nggak ngerepotin banyak pihak. Oh ya, saya juga terbuka lho semisal ada teman-teman yang berbaik hati mau merekomendasikan atau memberikan pricelist vendor untuk pernikahan dengan harga yang bersahabat  😊 nanti gantian saya yang akan memberikan pricelist vendor yang sudah saya tanya-tanya hahahaha 

Akhir kata, mohon doanya ya supaya persiapan saya dan Mamas lancar sampai hari H. Dan semoga teman-teman yang sedang mempersiapkan pernikahan atau lamaran pun diberikan kemudahan dalam setiap acaranya. Jangan lupa banyak-banyak berdoa dan berserah pada Yang Maha Kuasa. Tetap semangat ya para bridezilla! Semua pasti nikah pada waktunya!!! Happy preparation!
Salam,

🐳🐳🐳

Ceritanya Lamaran…

Pengalaman Pertama Berbelanja di Sale Stock

Halo! Lama banget saya nggak update blog ini, ya. Haha. Sebenarnya banyak draft dalam blog ini yang terbengkalai lantaran kesibukan dan juga kemalasan saya, jadilah baru sekarang ini saya muncul lagi. Mohon maaf lahir dan batin ya, teman-teman 😊

Saya balik dengan tema belanja online lagi. Duh, lagi-lagi kudu nulis kalau postingan saya kali ini bukan promosi atau karena saya bekerja di e-commerce yang bersangkutan, ya! Semua yang saya tulis berikut ini murni pengalaman saya sendiri, makanya mau saya bagikan pada teman-teman semua.

Singkat cerita, minggu lalu saya download aplikasi e-commerce yang sebenarnya nggak baru-baru amat. Awalnya cuma iseng karena tiap kali saya buka Facebook selalu muncul iklan dari e-commerce tersebut, sebut saja Sale Stock. Tampilan aplikasi Sale Stock yang simple dan cukup informatif bikin saya kepincut untuk mencoba berbelanja di situ. Kebetulan juga saya lagi kepengen beli sepatu. So, why don’t we give it a try to Sale Stock?

Seperti kebanyakan situs e-commerce lain, aplikasi Sale Stock cukup mudah digunakan, kok. Cuma tinggal ikuti saja petunjuk dan klik ini-itu. Kelar, deh belanjanya. Hihihi 😆

Ini tampilan awal apps Sale Stock tiap kali saya buka dari hape

Pertama-tama, tiap kali saya buka aplikasi Sale Stock dari hape, pasti yang muncul adalah halaman depan seperti gambar di atas ini. Katanya pakai aplikasi Sale Stock nggak pakai kuota, lho! Setelah itu saya cari deh sepatu di bagian kategori.

Klik ‘kategori’ yang ada di ujung kiri atas, nanti muncul begini

Setelah meng-klik ‘sepatu’ nanti akan muncul lagi kategori sepatunya. Macam-macam lho, ada heels, slip on, sneakers, wedges dan kawan-kawan lainnya. Teman-teman tinggal pilih sesuai kebutuhan saja.

Setelah puas melihat-lihat sepatu, teman-teman bisa meng-klik sepatu yang diinginkan dan lihat spesifikasinya. Biasanya lengkap ada ukuran sepatu, bahan sepatu dan juga warna yang ditawarkan. Sesuaikan saja dengan ukuran sepatu yang biasa teman-teman gunakan. Berhubung kaki saya ukuran 40 dan tapak kaki saya kurang lebih 25 cm, jadi saya wajib mencari sepatu ukuran 40 yang tapak kakinya 25 cm biar aman. Kalau sudah ketemu pilihan sepatunya dan pas spesifikasinya, teman-teman bisa melanjutkan dengan melihat stok yang ready. Biasanya nggak semua ukuran dan warna ready ya apalagi kalau sepatunya termasuk yang modelnya unyu-unyu gitu. Hahaha.

Ini contoh ukuran sepatu dan warna yang ready stock. Lengkap ya

Setelah sepatu yang teman-teman inginkan ready stock baik dalam ukuran dan juga warna, tinggal klik saja warna dan ukuran yang diinginkan. Selanjutnya teman-teman diminta untuk mengisi data diri seperti nama, alamat pengiriman, nomor telepon, alamat email dan lanjut ke pilihan mau bayar pakai apa. Karena saya kebetulan pakai m-banking BCA jadi saya bayarnya pakai sistem transfer via virtual account deh. 

Dicek dulu keranjang belanjaannya ya, sist!
Lanjut isi data diri. Jangan sampai salah ya biar nggak nyasar paketnya!
Pilih metode pembayaran

Setelah bayar, nanti teman-teman akan mendapat konfirmasi lewat email dan juga SMS. Gimana? Ternyata gampang juga ya belanja lewat aplikasi Sale Stock. Oh ya, pengalaman saya kemarin sih barang datang cukup cepat, tapi karena saya pesan sebelum lebaran, jadinya barang saya baru dikirim setelah lebaran. Tapi langsung sampai rumah dua hari kemudian. 

Satu malam sebelum pesanan saya sampai, saya sempat dapat telepon dari pihak Lion Parcel yang ternyata menjadi kurir dalam pengiriman barang saya ini. Mereka menanyakan ancer-ancer ke rumah saya dan bilang besok barangnya akan dikirimkan 😅 Dan benar saja besok paginya barang sudah saya terima. FYI, pesanan saya sampai di rumah hari Sabtu pagi. Packing barangnya rapi dan yang terpenting sepatu yang saya pesan cocok dan pas dengan ukuran kaki saya 😆

Sekian cerita saya mengenai pengalaman pertama berbelanja di Sale Stock. Jadi pengen coba belanja barang lain di Sale Stock, nih. Hahaha 😂 Semoga bisa bermanfaat buat teman-teman semua, ya!

Salam,

🐳🐳🐳

Pengalaman Pertama Berbelanja di Sale Stock

Etika Utang-Berutang

Sebenarnya ada nggak sih kata utang-berutang dalam KBBI? *serius nanya*

Haha. Anyway, hari ini saya mau bahas masalah etika mengutang. Iya. Utang. Sebenarnya ini mau curhat aja, sih 😂

Jadi ceritanya begini, akhir bulan Maret kemarin saya dihubungi oleh salah seorang teman lamaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget lewat inbox di Instagram saya. Fyi, dulu waktu saya masih kecil sekitar 20an tahun lalu, doi ini teman main saya gitu. Tapi beberapa tahun kemudian dia pindah ke suatu tempat dan saya lost contact sama sekali dengan doi. Singkat cerita, akhirnya kami bertemu kembali lewat dunia maya beberapa tahun lalu. Awalnya lewat Facebook. Kemudian merambahlah ke Instagram. Saya nggak ingat siapa duluan yang add dan follow. Hanya saja sejak pertama kali berteman di Facebook, saya dan dia nggak pernah japri-japrian. Intinya cuma sekadar kami teman lama yang akhirnya bertemu di dunia maya.

Hingga akhir Maret lalu, doi mengirim pesan lewat Instagram pada saya. Basa-basi nanya kabar dan juga nomor handphone saya. Saya yang saat itu nggak ada prasangka apa-apa dengan senang hati membalas pesan si doi, dong. Hingga akhirnya dia mengirim pesan whatsapp ke saya dan nanya “Kamu lagi ada uang nggak?” Jder! Saya langsung feeling nggak enak, nih. Trus dia mulai curhat kalau dia lagi kena masalah nunggak kartu kredit gitu dan suaminya gajian tiap tiga bulan sekali dan dia lagi hamil gitu bla bla bla. Rupanya si doi ini mau pinjam uang yang menurut saya jumlahnya nggak sedikit untuk bayar utang kartu kreditnya.

Source: Google

Saya yang waktu itu memang nggak punya uang akhirnya bilang ke doi kalau saya nggak bisa bantu. Saya jelasin kalau saya juga punya tanggungan bla bla bla. Lagian seandainya saya punya uang sebanyak utang kartu kredit dia pun saya nggak mau minjemin doi uang, sih. Lha yang pakai kartu kreditnya dia, kenapa harus saya yang bayar? Begitu logika saya saat itu. Saya sendiri aja nggak punya kartu kredit! 😥
Saya berhasil menolak doi. Tapi kemudian lusanya doi kirim whatsapp lagi ke saya. Kali ini pinjam 150 rebu saja! Alasannya dia nggak ada ongkos untuk ke bank yang mengeluarkan kartu kreditnya itu. Katanya sih dia mau ke bank itu buat minta keringanan. Sebagai teman yang bodoh baik, akhirnya saya mengirimkan uang padanya. Berhenti sampai di situ? Rupanya tidak, sodara-sodara! Minggu depannya dia whatsapp saya lagi mau pinjam uang 150 rebu lagi buat ongkos! Kebetulan saat itu hari Minggu dan jadwal saya di Minggu siang adalah tidur-tidur tjakep, jadi saya baru baca whatsapp doi sore hari dan akhirnya saya nggak balas, deh. 

Sejak saat itu doi nggak pernah whatsapp saya lagi. Sampai akhirnya hari ini yang mana dua bulan kemudian dari sejak dia whatsapp saya untuk pertama kalinya, saya menagih utang. Ah, biarin deh dibilang “Pelit amat sih cuma utang segitu doang aja pake ditagih-tagih”. Biar kata cuma 150 rebu juga duit, tau. Bisa buat ongkos saya ke kantor tuh seminggu 😰 

Sebenarnya saya nggak mempermasalahkan jumlah uangnya sih meskipun saat ini saya bokek berat tapi mbok ya berutang juga pakai etika 😕 Maksud saya, doi ‘kan sudah lama ya nggak japri saya trus ujug-ujug japri tapi cuma buat ngutang yang nominalnya jutaan, bro! Padahal waktu dia nikahan saja saya nggak di message sama dia, waktu ulang tahun saja nggak pernah diucapin juga padahal ‘kan temenan di dunia maya. Itu salah satu faktor yang bikin saya agak ilfil, sih. Selain itu, setelah tragedi saya-bobok-siang-tjakep-di-hari-Minggu dan telat baca pesan dari dia yang mau ngutang lagi, doi nggak kontak-kontak saya lagi sejak saat itu. Duh, padahal waktu mau ngutang itu doi whatsapp saya ngucapin selamat hari Minggu segala, nanya saya kerja di mana dan basa-basi lainnya.

Source: Google

Terus, inti postingan ini apa? Yah. Saya cuma mau curhat aja! Haha. Nggak, deh. Saya cuma mau berbagi kalau mau ngutang tuh tolong perhatikan dulu pada siapa kita akan ngutang. Jangan tiba-tiba kontak teman sekelas waktu TK dulu terus langsung ngutang 20 juta buat kawin misalnya. Euh! 😥 Bukannya diutangin nanti malah diajak kawin, lho! *Eh 🙊 Selain itu, salah satu tips aman dari utang adalah nggak usah pakai kartu kredit kartu kreditan lah kalau memang nggak bisa mengatur cashflow dengan baik. Lha gimana bisa lunas kalau mau bayar tunggakan kartu kredit saja malah ngutang ke orang lain. Kalau memang mau pakai kartu kredit pastikan kamu punya cashflow yang baik. Jangan sampai besar pasak daripada tiang, gaes! Masa’ kamu yang gesek kartunya aku yang disuruh bayarin dulu? 😥 Terakhir, waspada deh kalau tiba-tiba ada teman lamaaaaaaaa kamu yang mengontak kamu lewat medsos padahal sebelumnya nggak pernah japri kamu. Bisa jadi temanmu mau ngutang atau mau ngasih undangan nikah dia sama mantan gebetan kamu 😂
Salam anak baik!

Etika Utang-Berutang

Let’s Cook! Making Putu Ayu ala Babybluewhale

Halo! Saya kembali lagi dengan resep camilan enak yang biasa kita jumpai di pasar-pasar. Eh? Berarti ini namanya jajanan pasar, ya? Hahahaha. 

Kebetulan kue yang satu ini merupakan kue kesukaan saya sejak kecil. Sayangnya harganya sekarang sudah tak seramah dulu, sehingga kalau beli kue ini saya sudah nggak bisa makan banyak lagi seperti dulu. Nah, untuk menyiasati hal tersebut maksudnya harga murah tapi saya bisa makan banyak saya dan mama memutuskan untuk bikin kue putu ayu. 

Pas banget ‘kan? Sambil nonton quick count Pilkada DKI, sambil nongkrong di dapur bikin kue. Hahaha. Ini dia resep putu ayu ala Babybluewhale~~~

Putu ayu ala Babybluewhale

Bahan:

1. 1 1/2 gelas belimbing tepung terigu (saya pakai segitiga biru)

2. 1 sachet kecil santan kental (saya pakai merk Kara)

3. 1 gelas belimbing gula pasir

4. 3 butir telur ayam

5. 1 sdt TBM

6. 1/4 sdt garam

7. 1/2 sdt soda kue

8. Pewarna hijau secukupnya

9. Kelapa parut secukupnya

10. Minyak goreng secukupnya (untuk olesan di cetakan kue)
Cara Membuat:

1. Kocok telur, gula, garam dan TBM hingga mengembang

2. Campur tepung terigu dan soda kue

3. Kukus kelapa parut (jangan lupa beri sedikit garam)

4. Masukkan campuran tepung terigu dan soda kue ke dalam kocokan telur yang sudah mengembang. Aduk hingga rata

5. Masukkan dua tetes pewarna hijau dan aduk hingga warnanya merata, sisihkan

6. Siapkan cetakan kue putu ayu. Oleskan sedikit minyak goreng dan isi cetakan dengan kelapa parut

7. Masukkan adonan kue ke dalam cetakan satu per satu lalu kukus menggunakan api sedang

8. Tunggu sekitar 10-15 menit, kue pun siap dihidangkan
Fyi, resep di atas sudah saya modifikasi dan uji coba sendiri. So far, hasilnya bagus dan ngembang. Yang jelas pastikan saat mengocok telur, gula, garam dan TBM adonan sudah mengembang. Mungkin ada yang bertanya kenapa saya menggunakan takaran gelas bukan gram? Sebenarnya resep aslinya sih pakai gram, tapi karena saya nggak punya timbangan kue di rumah, jadi dikira-kira sendiri, deh. Hahaha. Makanya saya namakan resep putu ayu ala Babybluewhale. 

Biar nggak dikira hoax, nih saya kasih foto-fotonya. Selamat mengikuti quick count 😄 Sampai jumpa di resep selanjutnya!

Proses pembuatan HAHAHA ngedeprok di bawah sambil nonton Quick Count Pilkada
Ini sebagian bahan-bahannya, gaes
Cakep kaan
Let’s Cook! Making Putu Ayu ala Babybluewhale